Tautan-tautan Akses

Fatah dan Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Persatuan di Gaza


Pemimpin Fatah Azzam Al-Ahmed (kiri), pemimpin Hamas Ismail Haniyeh (tengah) dan Moussa Abu Marzouq bergandeng tangan saat rekonsiliasi di Gaza bulan April lalu (foto: dok).

Pemimpin Fatah Azzam Al-Ahmed (kiri), pemimpin Hamas Ismail Haniyeh (tengah) dan Moussa Abu Marzouq bergandeng tangan saat rekonsiliasi di Gaza bulan April lalu (foto: dok).

Para pejabat dari kedua pihak mengatakan kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan di Kairo hari Kamis (25/9).

Faksi yang saling bersaing di Palestina, yakni Fatah dan Hamas, telah sepakat bahwa pemerintah persatuan yang mereka bentuk akan mengambil alih Jalur Gaza.

Para pejabat dari kedua pihak mengatakan kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan di Kairo. Rincian kesepakatan itu belum diumumkan, tapi berbagai laporan mengatakan pengumuman resmi akan segera sampaikan.

Fatah dan Hamas – yang menguasai Jalur Gaza - sepakat membentuk pemerintah persatuan setelah pembicaraan damai antara Israel dan Palestina terhenti awal tahun ini.

Tetapi kabinet baru belum pernah dibentuk dan perang berdarah selama berbulan-bulan antara Israel dan Hamas menghentikan rencana pengaturan politik itu.

Sebelumnya, awal bulan ini Presiden Palestina Mahmoud Abbas sempat mengancam untuk mengakhiri pemerintah persatuannya dengan militan Hamas jika mereka tidak mengijinkan Otorita Palestina untuk mengelola Jalur Gaza – kawasan yang terletak di dekat Laut Tengah itu.

Abbas mengatakan Otorita Palestina tidak akan melanjutkan kemitraan dengan Hamas di Gaza, di mana masih terdapat “pemerintah bayangan yang memimpin kawasan itu”.

Juru bicara Hamas menyebut pernyataan Abbas itu “tidak benar, tidak berdasar dan tidak adil bagi rakyat Palestina”.

XS
SM
MD
LG