Tautan-tautan Akses

Fans Sepakbola di Kolombia dan Brazil Kenang Korban Kecelakaan Pesawat 


Seorang penggemar tim sepakbola Chapecoense menunjukkan poster tim tersebut di stadion Arena Conda di Chapeco, Brazil, 29 November 2016. (REUTERS/Paulo Whitaker)

Seorang penggemar tim sepakbola Chapecoense menunjukkan poster tim tersebut di stadion Arena Conda di Chapeco, Brazil, 29 November 2016. (REUTERS/Paulo Whitaker)

Di Medellin, 40 ribu orang memenuhi bangku-bangku stadion di mana klab setempat, Atletico Nacional dijadwalkan bertanding melawan tim Brazil Chapecoense.

Para penggemar sepak bola di Brazil dan Kolombia, Rabu malam (1/12) menggelar acara untuk mengenang para korban yang tewas awal pekan ini, sewaktu sebuah pesawat yang mengangkut satu tim Brazil jatuh di dekat Medellin, Kolombia. Kecelakaan itu menewaskan 71 orang.

Di Medellin, 40 ribu orang memenuhi bangku-bangku stadion di mana klab setempat, Atletico Nacional dijadwalkan bertanding melawan tim Brazil Chapecoense. Banyak di antara mereka mengenakan baju putih dan membawa bunga untuk acara, yang mencakup pembacaan nama-nama korban dan mengheningkan cipta.

Menteri Luar Negeri Brazil Jose Serra dalam pidatonya kepada massa mengatakan bahwa kesamaan warna khas kedua tim, putih dan hijau, merupakan tanda persatuan.

Di Chapeco, Brazil, warga berkumpul pada waktu yang sama di stadion untuk mengenang para korban.

Sebelumnya, hari Rabu, rekaman suara di kokpit yang diperoleh media Kolombia mengungkapkan bahwa pilot berulangkali meminta izin mendarat karena pesawatnya kehabisan bahan bakar dan mengalami gangguan elektrik total.

Seorang awak pesawat yang selamat serta seorang pilot Avianca yang terbang di dekat pesawat yang naas dan mendengar percakapan radio itu, menggambarkan permohonan pilot tersebut. Rekaman suara yang diperoleh hari Rabu itu mengukuhkan pernyataan mereka.

Pihak berwenang masih belum mengesampingkan kemungkinan lainnya. Akan tetapi para pakar menyatakan pesawat itu beroperasi pada jarak jelajah maksimumnya dan bahwa tidak adanya ledakan saat jatuh menunjukkan kasus kehabisan bahan bakar pada jet yang jarang terjadi.

Alfredo Bocanegra, kepala badan penerbangan sipil Kolombia, mengatakan kepada wartawan bahwa pesawat harus membawa bahan bakar ekstra untuk terbang sedikitnya 30 hingga 45 menit ke bandara lainnya jika terjadi situasi darurat. Para penyelidik juga mempertimbangkan kemungkinan kebocoran yang menyebabkan pesawat kehabisan bahan bakar.

Enam orang selamat dalam kecelakaan itu. Mereka adalah tiga anggota tim sepak bola Chapecoense, seorang wartawan dan dua awak pesawat. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG