Tautan-tautan Akses

Penelitian di AS: Faktor Genetis Tentukan Pandangan Politik


Lech Kaczynski (kiri) dan Jaroslaw Kaczynski, saudara kembar pernah menjabat sebagai Presiden dan PM Polandia (foto: dok). Saudara kembar identik memiliki DNA sama, besar kemungkinan memiliki keyakinan politik serupa.

Lech Kaczynski (kiri) dan Jaroslaw Kaczynski, saudara kembar pernah menjabat sebagai Presiden dan PM Polandia (foto: dok). Saudara kembar identik memiliki DNA sama, besar kemungkinan memiliki keyakinan politik serupa.

Suatu penelitian baru di Amerika menunjukkan bahwa faktor genetis berperan besar dalam menentukan pandangan politik seseorang, terutama bila menyangkut isu-isu sosial.

Selama bertahun-tahun, ilmuwan politik berpendapat bahwa pandangan politik seseorang ditentukan oleh lingkungannya, misalnya apa yang diyakini orang tua dan teman-temannya, serta masyarakat di mana ia tinggal.

Tetapi, suatu penelitian baru menunjukkan, lingkungan bukan satu-satunya faktor penentu, dan bahwa sekitar separuh dari keyakinan politik seseorang dipengaruhi faktor genetis.

Rose McDermott, guru besar ilmu politik Universitas Brown di Rhode Island, merupakan salah seorang penulis hasil penelitian terbaru itu. Ia mengatakan, faktor-faktor sosial, seperti keluarga dan teman-teman, dapat membentuk afiliasi politik seseorang, tetapi faktor biologis juga tampaknya mempengaruhi pandangan orang tersebut secara umum.

“Kecenderungan yang mendasari pandangan liberal hingga konservatif tampaknya ada dalam faktor-faktor genetis,” ujarnya.

Penelitian ini didasarkan pada analisis data dari puluhan penelitian terhadap anak-anak kembar di Amerika dan Australia. Kembar identik memiliki DNA yang sama, dan McDermott mengatakan, 60 persen lebih besar kemungkinannya untuk memiliki keyakinan politik serupa.

Ini menunjukkan peran genetis yang kuat dalam kecenderungan politik. Kembar tidak identik, yang secara genetis berbeda, lebih besar kemungkinannya memiliki keyakinan politik berlainan, dan ini menunjukkan peran lingkungan yang lebih kuat dalam preferensi politik.

Karena penelitian ini masih baru, para pakar hanya mengidentifikasi beberapa gen yang mungkin mempengaruhi perilaku, seperti kedatangan pemilih ke TPS dan kekerasan politik.

Tetapi, keyakinan politik yang diwariskan melalui gen, kata McDermott, tampaknya paling berpengaruh dalam pembentukan opini mengenai isu-isu sosial.

“Kita harus mengasuh anak-anak kita selama beberapa generasi. Dalam konteks masa kini, ini dapat mempengaruhi sikap mengenai aborsi, pernikahan sesama jenis dan hal-hal semacam itu,” tambahnya.

McDermott dan para sejawatnya berharap temuan-temuan mereka akan mengarah pada pandangan lebih dalam mengenai ideologi politik dan
dampaknya pada kebijakan publik.

Artikel mengenai pengaruh gen terhadap pandangan politik muncul dalam jurnal Trends in Genetics.
XS
SM
MD
LG