Tautan-tautan Akses

Faksi Taliban Pakistan Klaim Serangan Bom di Lahore


Para petugas penyelamat Pakistan mengangkut korban-korban tewas dari lokasi ledakan di sebuah taman di Lahore, Minggu (27/3).

Para petugas penyelamat Pakistan mengangkut korban-korban tewas dari lokasi ledakan di sebuah taman di Lahore, Minggu (27/3).

Sebuah faksi kelompok militan Taliban-Pakistan mengklaim bertanggungjawab terhadap serangan bom bunuh diri di sebuah taman di Lahore timur, Minggu (27/3).

Sebuah faksi pecahan kelompok militan Taliban di Pakistan mengklaim bertanggungjawab terhadap serangan bom bunuh diri pada hari Paskah di sebuah taman di bagian timur kota Lahore, yang menewaskan sedikitnya 65 orang. Ketika serangan itu terjadi taman tersebut sedang dipadati warga Kristen yang merayakan Paskah, terutama perempuan dan anak-anak.

Juru bicara Jamaat Ul Ahrar – Ahsanullah Ahsan mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa seorang pembom bunuh diri dari faksinya telah secara khusus menarget komunitas Kristen.

Kepala polisi setempat Haider Ashraf mengatakan ledakan bom bunuh diri itu terjadi di dekat permainan anak-anak di Taman Gulshan-e-Iqbal. Pihak kepolisian masih menyelidiki insiden tersebut.

“Kita seperti sedang berada dalam situasi perang dan selalu ada ancaman – meski tidak spesifik – terhadap tempat ini,” tambah Ashraf.

Serangan itu menewaskan sedikitnya 65 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya, ujar Deeba Shahnaz – juru bicara Lahore.

Menteri Punjab Shahbaz Sharif mengumumkan tiga hari berkabung dan bertekad akan menyeret pelakunya ke muka hukum.

Asosiasi sekolah dan serikat pekerja kota Lahore mengatakan seluruh sekolah dan toko di kota itu akan tutup hari Senin (28/3).

PM Nawaz Sharif gelar rapat rvaluasi keamanan

Perdana Menteri Nawaz Sharif segera melangsungkan rapat untuk mengevaluasi kondisi keamanan di Lahore, demikian menurut pernyataan resmi pemerintah. Panglima militer Pakistan Jendral Raheel Sharif juga melangsungkan rapat darurat bersama badan-badan inteljen negara itu untuk mulai melacak mereka yang bertanggungjawab terhadap serangan tersebut.

Penasihat urusan kesehatan pemerintah Punjab Salman Rafiq menyerukan kepada warga untuk menyumbangkan darah karena banyak korban luka-luka yang berada dalam kondisi kritis.

Seorang saksi mata mengatakan kepada Associated Press, ia telah membawa 20 anak-anak ke rumah sakit dan tiga mayat ke sebuah mobil polisi. “Saya tidak bisa menggambarkan situasi tragis disini”, ujarnya.

Saksi mata lainnya – Tariq Mustapha – mengatakan ia baru saja meninggalkan taman itu ketika mendengar suara ledakan. Ditambahkannya, seorang temannya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Beberapa petikan gambar stasiun televisi lokal menunjukkan suasana kacam di taman tersebut, dimana orang-orang berlarian sambil membawa anak-anak dan mereka yang luka-luka.

Stasiun televisi Geo – Pakistan menayangkan keterangan seorang saksi mata yang tidak disebut identitasnya, yang mengatakan ia sedang menuju ke arah wahana permainan bersama istri dan kedua anaknya, ketika mendengar suara sangat keras. Keempatnya terlempar ke tanah. Seorang perempuan tampak menangis tersedu sedan mencari putranya yang berusia lima tahun dan tidak diketahui keberadaannya.

Dewan Keamanan Nasional AS kutuk serangan di Lahore

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika mengatakan Amerika ‘’mengutuk serangan itu dengan pernyataan yang paling keras’’, dan menggambarkan serangan itu sebagai ‘’tindakan pengecut terhadap sebuah taman yang tenang dan teduh’’. Ned Price mengatakan Amerika akan terus bekerjasama dengan Pakistan dan mitra-mitranya untuk “memberantas sumber teroris”.

Sementara, juru bicara Kementerian Urusan Luar India Vikas Swarup mengatakan Perdana Menteri Narendra Modi telah menelfon Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif untuk menyampaikan belasungkawa mendalam. Modi ‘’menggarisbawahi perlunya upaya tanpa kompromi untuk melawan teroris’’. [em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG