Tautan-tautan Akses

Facebook: Permintaan Data dari Pemerintah Meningkat


FILE - Ribuan server di Pusat Data Facebook, yang pertama di luar AS pada 7 November 2013 di Lulea, Lapland, Swedia.

FILE - Ribuan server di Pusat Data Facebook, yang pertama di luar AS pada 7 November 2013 di Lulea, Lapland, Swedia.

Facebook Inc. mencatat sedikit peningkatan permintaan pemerintah untuk data di semester kedua tahun 2014, menurut Laporan Permintaan Data Pemerintah Global miliknya, yang termasuk informasi tentang penghapusan konten.

Permintaan data akun meningkat dari sebanyak 35.051 di semester kedua tahun 2014 dari 34.946 di semester pertama, dengan permintaan meningkat dari negara-negara seperti India dan jumlah permintaan menurun dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Jerman, seperti ditunjukkan laporan jaringan sosial internet terbesar di dunia tersebut.

Facebook mengatakan membatasi 9.707 konten yang melanggar peraturan setempat, 11 persen lebih banyak daripada semester pertama, dengan pembatasan akses terhadap 5.832 di India dan 3.624 di Turki.

“Kami akan terus mencermati setiap permintaan pemerintah dan menolak kalau kita menemukan kelemahan. Kami juga terus mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk memperbaiki praktek-praktek pengawasan mereka agar menjaga keselamatan dan keamanan rakyat mereka sambil memastikan hak-hak dan kebebasan mereka terjaga,” kata Monika Bickert, kepala manajemen kebijakan global Facebook dalam sebuah tulisan di blog.

Bickert mengatakan Facebook menentang permintaan yang sepertinya “tidak beralasan” atau “berlebihan” dan apabila sebuah negara meminta sebuah konten dihapus karena illegal, Facebook mungkin hanya membatasi akses di negara tersebut.

Industri teknologi memaksa transparansi lebih besar atas permintaan-permintaan data yang diajukan oleh pemerintah, mencoba untuk menghilangkan kekhawatiran tentang keterlibatan pemerintah dalam program-program pengintaian luas yang dipaparkan oleh mantan kontraktor badan mata-mata Edward Snowden.

Facebook, Microsoft, Yahoo dan Google tahun lalu mulai mempublikasikan detil tentang jumlah permintaan data yang diajukan oleh pemerintah yang mereka terima.

'Standar komunitas'

Facebook pada hari Minggu (15/3) juga memperbarui pedoman "standar komunitas" untuk memberi tahu penggunanya konten seperti apa yang tidak diijinkan di jaringan mereka, dan memberikan pengarahan tentang kebijakan yang terkait dengan konten melukai diri sendiri, organisasi-organisasi yang berbahaya, bullying dan pelecehan, kegiatan kriminal, kekerasan dan ekploitasi seksual.

Jaringan terbesar dunia tersebut mengatakan tidak mengijinkan kehadiran kelompok-kelompok yang mempromosikan "aktivitas teroris, aktivitas kriminal yang terorganisir atau mendorong kebencian."

Pedoman baru itu menyebutkan bahwa Facebook akan menghapus "gambar-gambar grafik ketika dibagikan untuk kepuasan sadistis atau untuk merayakan atau mengagung-agungkan kekerasan." Nudity atau gambar telanjang juga dihapus di sebagian besar kasus tapi gambar menyusui atau seni atau medis tetap diijinkan.

Pedoman baru tersebut juga menyebutkan pengguna Facebook harus menggunakan "nama asli," sebuah langkah yang sepertinya mengundang kritik dari orang-orang yang menggunakan nama panggung dan bukan nama asli mereka.

Beberapa materi laporan ini diambil dari AFP.

XS
SM
MD
LG