Tautan-tautan Akses

Etnis Uighur, Khawatir Respons China Terkait Serangan Kyrgyzstan


Asap hitam terlihat mengepul di sekitar Kedutaan China di Bishkek, Kyrgyzstan setelah diserang bom mobil bunuh diri, 30 Agustus 2016 (Foto: dok)

Asap hitam terlihat mengepul di sekitar Kedutaan China di Bishkek, Kyrgyzstan setelah diserang bom mobil bunuh diri, 30 Agustus 2016 (Foto: dok)

Sebuah kelompok hak asasi etnis Uighur yang terkemuka mengatakan takut China akan memanfaatkan serangan bunuh diri militan Uighur di kedutaannya di Kyrgyzstan pekan lalu untuk menekan minoritas Uighur di wilayah Xinjiang.

Dalam tanggapan publik pertama untuk bom mobil bunuh diri tanggal 30 Agustus yang menewaskan hanya si penyerang dan melukai beberapa penjaga keamanan Kyrgyzstan di kedutaan China di Bishkek, perwakilan World Uyghur Congress mengatakan kepada VOA bahwa kelompoknya mengutuk ledakan Bishkek dan "semua jenis terorisme", termasuk apa yang disebutnya "terorisme negara China " terhadap rakyatnya sendiri.

Wakil presiden World Uyghur Congress yang berbasis di Washington, Omer Kanat, mengacu pada tindakan keras pemerintah China terhadap militan Uighur yang dituduh Beijing melakukan beberapa serangan maut terhadap warga sipil di seluruh negara itu dan bersalah atas kekerasan sektarian antara minoritas Uighur dan mayoritas Han di Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir.

Kanat menduga Beijing akan menggunakan serangan Bishkek itu sebagai dalih untuk mengintensifkan tindakan keras yang sedang berlangsung terhadap rakyat Uighur yang sebagian besar Muslim berbahasa Turki dan akan lebih membatasi hak-hak agama dan budaya mereka.

Banyak orang Uighur menuduh pihak berwenang China melakukan penganiayaan dan membuat mereka menjadi minoritas di tanah air mereka dengan membanjiri daerah itu dengan pemukim Han China .

China mengatakan telah memberi etnis Uighur kebebasan yang luas. [as/ab]

XS
SM
MD
LG