Tautan-tautan Akses

Ethiopia: Pelaku Pembajakan Tak akan Terancam Keselamatannya


Rute pembajakan pesawat Ethiopian Airlines, Senin, 17 Februari 2014.

Rute pembajakan pesawat Ethiopian Airlines, Senin, 17 Februari 2014.

Pemerintah Ethiopia mengatakan kopilot yang membajak sebuah pesawat Ethiopian Airlines hari Minggu tidak terancam penganiayaan di negaranya

Pihak berwenang Ethiopia membantah pernyataan tersangka pembajak bahwa ia terancam dianiaya di Ethiopia.

Tersangka berusia 31 tahun, Hailemedhin Abera Tegegn, meminta suaka dari pemerintah Swiss, setelah pesawat tersebut mendarat darurat dengan selamat di Jenewa hari Minggu. Hailemedhin kini berada dalam tahanan di Swiss.

Juru bicara pemerintah Ethiopia Redwan Hussein mengatakan tindakan kopilot itu tidak masuk akal, karena ia tidak memiliki catatan kriminal di Ethiopia.

Sebagaimana biasanya dalam perusahaan Ethiopian Airlines, ia berpeluang untuk melamar ke berbagai maskapai penerbangan, dengan mempertahankan martabatnya, dan juga ia memiliki berbagai izin visa, termasuk visa negara-negara Eropa. "Jadi dia tidak harus membajak pesawatnya sendiri dan terlibat masalah besar," ujar Hussein.

Kopilot, yang tidak memiliki catatan medis itu, telah bekerja untuk Ethiopian Airlines selama lima tahun.

Ketika pilot utama menggunakan toilet dalam penerbangan hari Minggu, ia mengunci pintu ruang kokpit dan membajak pesawat tersebut.

Jika diadili dan dinyatakan bersalah, kopilot tersebut diancam hukuman penjara hingga 20 tahun di Swiss.

Hussein mengatakan Ethiopia dan Swiss tidak memiliki perjanjian ekstradisi bilateral.

"Karena tindak pidana ini merupakan ancaman bagi seluruh masyarakat internasional dan semua negara, maka pemerintah Ethiopia akan memikirkan dalam-dalam mengenai tindakan selanjutnya," ujar Hussein, "dan kami akan mengumumkan langkah yang akan diambil."

Pesawat tersebut mengangkut 193 penumpang. Tak satu pun dari penumpang cedera dan tindakan kekerasan tidak digunakan dalam pembajakan tersebut.

Ethiopian Airlines merupakan maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di Afrika dan meraih keuntungan sebesar 143 juta dolar AS pada tahun fiskal lalu.
XS
SM
MD
LG