Tautan-tautan Akses

Presiden Essebsi Desak Rakyat Tunisia Patuhi Jam Malam


Ledakan bom di sebuah bus penumpang menewaskan paling sedikit 12 orang di ibukota Tunis, hari Selasa (24/11).

Ledakan bom di sebuah bus penumpang menewaskan paling sedikit 12 orang di ibukota Tunis, hari Selasa (24/11).

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi menyerukan hal ini dalam rapat darurat Dewan Keamanan Nasional hari Rabu (25/11), pasca ledakan bus di ibukota Tunis sehari sebelumnya.

Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi mendesak warganya agar mematuhi jam malam dan langkah berjaga-jaga lainya yang telah dilaksanakan setelah ledakan bus hari Selasa (24/11) yang menewaskan paling sedikit 12 orang di ibukota Tunis.

Essebsi mengatakan dalam rapat darurat Dewan Keamanan Nasional hari Rabu (25/11), satu-satunya hal yang sebaiknya ada dalam pikiran warga Tunisia adalah bahwa negara mereka sedang terancam bahaya. Ia mengatakan semua langkah berjaga-jaga saat ini adalah bagian dari perang yang lebih luas melawan terorisme.

“Saya juga ingin menekankan bahwa perang melawan terorisme bukan hanya tanggung-jawab pemerintah, bukan hanya pasukan keamanan, bukan hanya angkatan darat,” kata Essebsi.

“Perang melawan terorisme adalah tanggung-jawab nasional,” tegasnya.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan hari Rabu pemboman bus di Tunis dilakukan dengan menggunakan 10 kilogram bahan peledak yang disembunyikan dalam rangsel atau rompi bunuh diri. Pernyataan kemenrian itu mengatakan mayat yang ke-13 ditemukan di tempat kejadian diyakini adalah “teroris yang menyulut ledakan itu,” dan menambahkan bahwa tes DNA sedang dilakukan untuk mengetahui jati-diri pelaku terror itu.

Ledakan tersebut menghantam sebuah bus yang membawa anggota pengawal elit kepresidenan. [gp]

XS
SM
MD
LG