Tautan-tautan Akses

Ekonomi Eropa Bisa Kembali Terperosok Resesi


Para Menteri Keuangan Uni Eropa bertemu untuk membahas pertumbuhan ekonomi yang lamban (foto: dok).

Para Menteri Keuangan Uni Eropa bertemu untuk membahas pertumbuhan ekonomi yang lamban (foto: dok).

Para menteri keuangan Uni Eropa menyerukan dikeluarkannya stimulus pengeluaran untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi Eropa yang lamban.

Jerman – yang perekonomiannya terbesar di Eropa – memangkas perkiraan pertumbuhannya, sementara Perancis menghadapi desakan untuk memangkas pengeluaran di tengah kekhawatiran Eropa mungkin akan kembali terperosok ke dalam resesi.

Para menteri keuangan Uni Eropa menyerukan dikeluarkannya stimulus pengeluaran untuk menghidupkan kembali pertumbuhan yang lamban.

Para menteri keuangan negara-negara Uni Eropa menyelesaikan pertemuan dua hari di Luksembourg, dan menyerukan investasi yang lebih besar guna mendorong upaya negara-negara tersebut.

Seusai pertemuan itu, Menteri Ekonomi Italia Pier Carlo Padoan yang kini menjadi ketua Uni Eropa mengatakan kepada para wartawan.

“Ada kesepakatan luas bahwa investasi merupakan satu dari tiga pilar strategi pertumbuhan di Uni Eropa. Dua pilar lainnya adalah reformasi struktural dan konsolidasi keuangan yang ramah pertumbuhan. Reformasi struktural ini mencakup pemulihan bisnis dengan mendorong investasi agar menciptakan proyek-proyek yang menghasilkan keuntungan,” ujar Padoan.

Ke-18 negara zona Eropa yang baru saja bangkit dari resesi tahun lalu, beresiko terperosok kembali – sebagian karena masalah ekonomi di Perancis dan Jerman.

Hari Selasa (14,10) pemerintah Jerman secara tajam memangkas perkiraan pertumbuhan tahun ini dan tahun depan, dari perkiraan semula 1,8% menjadi 1,2% tahun 2014 ini. Pemerintah Jerman menyalahkan masalah-masalah di luar negeri sebagai penyebab melambatnya ekspor.

Perekonomian Perancis juga sedang berjuang dan menghadapi tingginya angka pengangguran. Tetapi pengetatan anggaran di Jerman berbeda dengan Perancis tentang bagaimana mendorong angka pertumbuhan. Hari Rabu (15,10) pemerintah Perancis menyampaikan rancangan anggaran 2015 kepada pejabat-pejabat Eropa, yang mengingatkan bahwa rancangan itu mungkin akan ditolak karena diperkirakan Perancis – untuk kedua kalinya – tidak akan bisa mempertahankan defisit anggaran 3%, yang ditentukan Uni Eropa.

Penerima hadiah Nobel Ekonomi yang baru pun – Jean Tirole – mengimbau diambilnya langkah-langkah yang lebih keras untuk memulihkan ekonomi Perancis. Ini disampaikannya dalam wawancara dengan saluran televisi France24.

“Perancis memiliki begitu banyak aset. Karena itu cukup menyedihkan melihat Perancis terkena masalah ekonomi saat ini. Perancis perlu melakukan sejumlah reformasi. Antara lain reformasi pasar tenaga kerja. Perancis tidak berhasil melakukan reformasi pasar tenaga kerja seperti yang dilakukan di Jerman dan Skandinavia. Kita juga tidak berhasil merampingkan pemerintahan”.

Para menteri keuangan negara-negara Uni Eropa juga sepakat untuk menjalankan kebijakan baru guna memberantas pengelakan pajak yang telah merugikan Eropa sekitar 1,26 trilyun dolar per tahun.

XS
SM
MD
LG