Tautan-tautan Akses

Erdogan: Turki akan Buka Perbatasan jika Uni Eropa Terus Mengancam


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, Turki (23/11).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, Turki (23/11).

Berbicara pada kongres mengenai keadilan bagi perempuan di Istanbul, Erdogan bereaksi dengan marah terhadap suatu resolusi tidak mengikat yang disetujui sehari sebelumnya oleh Parlemen Eropa.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (25/11) memperingatkan Uni Eropa bahwa jika blok itu terus mengancam negaranya, ia akan membiarkan ratusan ribu migran membanjir memasuki negara-negara Uni Eropa.

Berbicara pada kongres mengenai keadilan bagi perempuan di Istanbul, Erdogan bereaksi dengan marah terhadap suatu resolusi tidak mengikat yang disetujui sehari sebelumnya oleh Parlemen Eropa. Resolusi itu meminta agar blok tersebut membekukan perundingan mengenai keanggotaan dengan Turki, sehubungan dengan tindakan keras yang diambil pemerintah Turki menyusul kudeta yang gagal pada bulan Juli.

“Kamilah yang memberi makan 3 hingga 3,5 juta pengungsi di negara ini. Kalian mengkhianati janji-janji kalian,” kata Erdogan kepada Uni Eropa. “Jika kalian bertindak lebih jauh, gerbang-gerbang perbatasan akan dibuka,” lanjutnya.

Uni Eropa awal tahun ini mencapai kesepakatan untuk memulangkan migran ke Turki dengan imbalan paket yang mencakup bantuan bagi pengungsi dan percepatan pembicaraan mengenai keanggotaan Turki di blok tersebut. [uh/ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG