Tautan-tautan Akses

Erdogan: Semangat Fasisme Bangkit di Eropa


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada para pekerja sektor kesehatan di Ankara, Turki (14/3).
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara kepada para pekerja sektor kesehatan di Ankara, Turki (14/3).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, "semangat fasisme sedang merajalela" di Eropa, dan ia mengancam untuk membatalkan perjanjian migran tahun lalu dengan Uni Eropa.

Kemarahan Erdogan memuncak setelah dua anggota penting Uni Eropa, Jerman dan Belanda, mencegah para pejabat Turki untuk mengadakan rapat-rapat umum bagi imigran Turki yang tinggal dan bekerja di Eropa. Rapat-rapat umum itu adalah untuk membangun dukungan bagi referendum konstitusi bulan depan di Turki yang akan sangat memperluas kekuasaan presiden.

Erdogan mengatakan, Turki mungkin keluar dari kesepakatan tahun lalu dengan Uni Eropa, yang mengatakan Turki akan menerima kembali imigran dan pengungsi yang masuk ke Eropa lewat Yunani, kemudahan perjalanan bebas visa bagi warga Turki ke Eropa dan janji untuk mempercepat laju pembicaraan panjang atas upaya Turki untuk bergabung kedalam Uni Eropa. Yunani adalah pintu masuk utama ke Eropa bagi para pengungsi Suriah dan negara-negara lain di Timur Tengah.

Turki telah berhenti menerima kembali pengungsi yang ditolak oleh negara-negara Eropa, karena janji Uni Eropa untuk memberi bebas visa wisata kepada warga Turki belum terwujud.

Kesepakatan tentang pengungsi itu telah dipuji sebagai cara untuk mencegah terulangnya lonjakan ratusan ribu migran yang tumpah ke Eropa pada 2015, dalam upaya melarikan diri dari kekerasan di Suriah dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Arus pengungsi dua tahun lalu menimbulkan kontroversi politik di sejumlah negara Uni Eropa, dan secara tidak langsung menyebabkan munculnya gerakan-gerakan ekstrim kanan di banyak tempat.

Komentar-komentar Erdogan tentang "sisa-sisa Nazi" yang katanya masih terlihat di Eropa telah sangat menyinggung Belanda, terutama karena negara mereka dibom dan diduduki oleh pasukan Nazi dalam Perang Dunia II, dengan korban tewas di kalangan warga Belanda melampaui 200.000 orang. [ps/isa]

XS
SM
MD
LG