Tautan-tautan Akses

Erdogan Kritik Barat Karena Biarkan Turki Perangi ISIS Sendiri


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam sebuah pertemuan di Istanbul (8/5).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam sebuah pertemuan di Istanbul (8/5).

Keluhan Erdogan itu adalah isyarat terbaru ketegangan antara Turki dan Uni Eropa, yang telah menyerukan negara itu untuk mereformasi undang-undang anti-teror.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuduh negara-negara kuat di Barat yang memerangi ekstremis Negara Islam (ISIS) di Suriah utara gagal membantu pemerintahannya melawan kelompok militan itu di wilayah Turki.

“Mereka meninggalkan kami sendirian berjuang melawan organisasi ISIS, yang menumpahkan darah kami dengan pemboman bunuh diri dan serangan roket lintas batas ke kota Kilis di perbatasan Turki,” kata Erdogan hari Minggu (8/5) di Istanbul.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah pihak berwenang mengatakan serangan bombardir Turki menewaskan 55 pemberontak ISIS di Suriah utara, pembalasan atas serangan roket selama beberapa minggu yang telah menewaskan lebih dari 20 orang di dan dekat Kilis.

Sumber-sumber militer dikutip Reuters mengatakan tembakan artileri Turki hari Sabtu itu diarahkan ke beberapa wilayah di sebelah utara Aleppo, kota yang bergolak di Suriah. Mereka mengatakan serangan itu juga menghancurkan tiga instalasi roket dan tiga kendaraan ISIS.

Keluhan Erdogan itu adalah isyarat terbaru ketegangan antara Turki dan Uni Eropa, yang telah menyerukan negara itu untuk mereformasi undang-undang anti-teror yang kata para pengamat Barat semakin sering digunakan untuk menjerat para pengkritik dan penentang presiden.

Sementara Erdogan berkeras bahwa negaranya – yang menghadapi ancaman ganda dari para pemberontak Kurdi dan terorisme ISIS – perlu memperkuat UU anti-teror dan bukan membatasinya. [vm]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG