Tautan-tautan Akses

Erdogan: Hubungan Ankara-Moskow Terancam setelah Rusia Langgar Wilayah Udara


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras pelanggaran wilayah udaranya oleh Rusia (foto: dok).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam keras pelanggaran wilayah udaranya oleh Rusia (foto: dok).

Turki memanggil duta besar Rusia hari Senin (5/10) setelah dilanggarnya kembali wilayah angkasa Turki oleh sebuah pesawat Rusia.

Presiden Turki hari Selasa (6/10) mempertanyakan masa depan hubungan antara Ankara dan Moskow setelah ada berbagai laporan mengenai pelanggaran wilayah angkasa negara itu oleh pesawat-pesawat militer Rusia di perbatasan Turki dengan Suriah.

Menurut harian Turki Hurriyet, Recep Tayyip Erdogan dalam konferensi pers dengan perdana menteri Belgia di Brussel, mengatakan bahwa beberapa langkah yang tidak dikehendaki Turki telah diambil dan tidak patut bagi Turki untuk menerima hal tersebut.

Turki memanggil duta besar Rusia untuk kedua kalinya pada hari Senin setelah apa yang disebut kementerian luar negeri sebagai kembali dilanggarnya wilayah angkasa Turki oleh sebuah pesawat Rusia.

Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan kepada pers hari Selasa bahwa pelanggaran-pelanggaran tersebut tidak tampak seperti ketidaksengajaan.

“Saya tidak akan berspekulasi mengenai motifnya, tetapi saya hanya akan mengulangi atau menegaskan bahwa ini merupakan pelanggaran serius terhadap wilayah angkasa Turki. Ini tidak boleh terjadi lagi dan NATO menyatakan solidaritas kuat dengan Turki,” kata Stoltenberg.

Turki mula-mula memperingatkan konsekuensi penyusupan lainnya setelah sebuah jet Rusia melintas masuk wilayah Turki pada hari Sabtu. Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan pelanggaran ke-dua terjadi hari Minggu.

Kementerian Pertahanan Rusia hari Senin menyatakan insiden itu terjadi akibat kondisi cuaca yang buruk di kawasan itu.

Pesawat-pesawat Rusia mulai melancarkan serangan udara di Suriah sejak pekan lalu dengan menarget ISIS dan apa yang disebutnya kelompok-kelompok teroris. Presiden Suriah Bashar al-Assad, sekutu Rusia, telah berulang kali menggunakan istilah “teroris” untuk menyebut pemberontak yang berjuang melawan pemerintahnya selama lebih dari empat tahun ini. [uh]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG