Tautan-tautan Akses

Erdogan Menang Pilpres di Turki


PM Recep Tayyip Erdogan merayakan kemenangan dalam pilpres langsung pertama di Turki, bersama isterinya Ermine Erdogan di Ankara, Minggu (10/8).

PM Recep Tayyip Erdogan merayakan kemenangan dalam pilpres langsung pertama di Turki, bersama isterinya Ermine Erdogan di Ankara, Minggu (10/8).

PM Recep Tayyip Erdogan memperpanjang dominasi politiknya yang sudah berlangsung sepuluh tahun, setelah unggul dalam pilpres langsung pertama di Turki hari Minggu (10/8).

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan telah memenangkan pemilu presiden langsung pertama di Turki, memastikan bahwa ia akan tetap menjadi pemimpin Turki lima tahun mendatang.

Komisi pemilu Turki hari Minggu (10/8) mengatakan hampir seluruh surat suara selesai dihitung, dan hasil penghitungan suara sementara menunjukkan Erdogan memenangkan mayoritas absolut pemilu tersebut.

Hasil itu menunjukkan Erdogan mengalahkan dengan mudah kedua pesaingnya – mantan kedua Organisasi Kerjasama Islam OKI Ekmeleddin Ihsanoglu yang meraih 39% suara, dan Selahattin Demirtas dari Partai Demokrasi Rakyat yang pro Kurdi yang mendapat 9% suara.

Stasiun televisi Turki melaporkan Erdogan – seorang Muslim yang taat dan berusia 60 tahun – menuju ke masjid untuk sholat sebelum berangkat ke ibukota Ankara untuk menyampaikan pidato kemenangan.

Para pengamat pemilu dari OSCE mengatakan kepada VOA, proses pemilu hari Minggu berjalan teratur dan tenang.

Perdana Menteri Erdogan sedang berupaya memperpanjang dominasi politiknya yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun, dengan memenangkan pilpres langsung pertama di negara itu.

Di masa silam, Presiden Turki berfungsi sebagai pemimpin seremonial semata, tetapi Erdogan mengatakan jika ia terpilih maka ia berniat mengubah konstitusi dan membentuk sistem kepresidenan yang aktif. Ia menyebut pentingnya pemilu langsung ini.

Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengatakan ia akan menjalankan kekuasaan kepresidenan secara penuh berdasarkan undang-undang Turki saat ini, sampai ia mendapat wewenang untuk menyidangkan parlemen, menyelenggarakan rapat kabinet, menunjuk perdana menteri, dewan menteri dan beberapa hakim mahkamah tinggi.

Kelompok keagamaan konservatif yang menjadi pendukung utama Erdogan melihat kemungkinan berkuasanya Erdogan sebagai presiden akan merupakan puncak usahanya untuk membentuk kembali pemerintahan Turki. Dalam sepuluh tahun sebagai perdana menteri, Erdogan telah mematahkan kekuasaan kelompok elit sekuler yang mendominasi pemerintah sejak terbentuknya republik Turki yang modern tahun 1923 oleh Mustafa Kemal Ataturk.

Para pengecam Erdogan khawatir oleh latar belakang politik Islamis Erdogan dan kecenderungan sikapnya yang semakin otoriter. Pada masa lalu, Erdogan telah memberhentikan ribuan polisi dan jaksa, meningkatkan kekuasaan badan inteljen dan melarang rakyat menggunakan YouTube dan Twitter ketika ia melawan penyelidikan tentang korupsi yang melibatkan pemerintah dan anggota keluarganya.

Slogan kampanye Erdogan adalah “kehendak rakyat, adalah kekuatan rakyat”. Ia mengatakan apapun hasil pemilu langsung hari Minggu ini, masa depan Turki akan berbeda.

XS
SM
MD
LG