Tautan-tautan Akses

Epik Mahabharata Dikisahkan Kembali Lewat Twitter


Patung The Mahabharata milik pemerintah Kamboja.

Patung The Mahabharata milik pemerintah Kamboja.

Chindu Sreedharan mulai mengisahkan Mahabharata dari layanan mikroblog tersebut pada 2009, memakan waktu empat tahun dan hampir 2.700 kicauan.

Seorang dosen di Inggris telah mengisahkan kembali epik India kuno untuk audiens di Twitter, menghasilkan sebuah buku dan meluncurkan kisah kedua, kali ini dari perspektif tokoh antagonis utama.

Chindu Sreedharan mulai mengisahkan Mahabharata dari layanan mikroblog tersebut pada 2009, memakan waktu empat tahun dan hampir 2.700 kicauan untuk menyelesaikan "Epic Retold", yang diterbitkan pada Desember sebagai buku yang disebut sebagai fiksi Twitter India pertama.

Epik Sansekerta kuno tersebut, salah satu manuskrip penting Hinduisme yang terdiri dari sekitar 100.000 bait, mengisahkan perebutan kekuasaan dan perang besar yang dimenangkan oleh Pandawa bersaudara. Versi Twitter Sreedharan mengambil sudut pandang Bhima, yang terkuat di antara lima ksatria Pandawa.

Sekarang, akademisi berusia 41 tahun itu mengisahkan epik itu dari sudut pandang Duryodhana, sepupu Bhima, untuk menampilkan narative Twitter yang lebih pendek, mengubah tokoh antagonis itu menjadi anti-hero.

"Menuliskan Duryodhana akan menjadi tantangan, namun saya melihat akhir yang cepat," ujar Sreedharan, yang mengajar jurnalistik di Bournemouth.

"Saya tahu kapan mulai dan bagaimana kisah ini berakhir, jauh lebih jelas dibandingkan ketika memulai Epic Retold."

Daya tarik Mahabharata begitu besar sampai ketika pertama kali diadaptasi untuk televisi pada 1980an, jalanan di kota kosong pada Minggu pagi, karena sebagian besar warga India menonton televisi.

Bahkan sampai hari ini, politisi yang bertarung dalam kampanye pemilihan umum seringkali mengidentifikasi diri mereka sebagai salah satu dari Pandawa bersaudara yang heroik, sambil menunjuk lawan sebagai Duryodhana atau salah satu dari 99 Kurawa bersaudara lainnya.

Narasi Sreedharan bergerak bebas dengan epik tersebut, membuat jengkel beberapa pengikut akun Twitter "Epic Retold" atas gambarannya terhadap beberapa karakter Mahabharata.

Sebagai contoh Yudhistira, abang tertua Pandawa, dan pernyataan tradisional mengenai integritas yang ternyata tidak terlalu jujur.

Salah satu alasan awal Sreedharan untuk mengisahkan Mahabharata di Twitter adalah untuk membuatnya diterima oleh kolega-kolega Inggrisnya dan bagaimana orang-orang India bereaksi terhadap reinterpretasi epik itu di Twitter.

"Saya penasaran untuk melihat reaksi kelompok konvensionalis terhadap akhir cerita yang berbeda," ujarnya.

Sreedharan, seorang penari ballroom amatir dengan dua gelar kejuaraan di Inggris, mengajar dan berlatih saat menuliskan "Epic Retold" sebanyak 140 karakter sekali berkicau.

Menulis untuk Twitter menawarkan penulis kelangsungan untuk "melanjutkan kisah," ujarnya. "Sekali mendapatkan iramanya, saya kira ini lebih membebaskan daripada membatasi. (Reuters)

XS
SM
MD
LG