Tautan-tautan Akses

Operasi Anti-Narkoba di Filipina, Sedikitnya 6 Tewas


Jennelyn Olaires, (26 tahun) meratapi jenazah pasangannya yang tewas dibunuh oleh kartel narkoba di Pasay city, Metro Manila, Filipina (23 Juli lalu). Enam tewas dalam operasi anti narkoba Filipina, Rabu 3/8.

Jennelyn Olaires, (26 tahun) meratapi jenazah pasangannya yang tewas dibunuh oleh kartel narkoba di Pasay city, Metro Manila, Filipina (23 Juli lalu). Enam tewas dalam operasi anti narkoba Filipina, Rabu 3/8.

Pasukan komando polisi Filipina hari Rabu (3/8) bentrok dengan para penjaga keamanan pribadi yang mengawal seorang walikota yang terkait narkoba ilegal, menewaskan enam orang.

Ini adalah konflik terbaru dalam operasi anti-narkoba yang digagas Presiden Rodrigo Duterte yang dengan tegas mengatakan tidak akan berhenti melakukan operasi ini meskipun harus kehilangan jabatannya.

Kepala polisi di kawasan itu Elmer Beltejar mengatakan polisi sedang berpatroli di dekat rumah walikota Rolando Espinosa Sr. di kota Albuera ketika mereka ditembaki oleh para petugas keamanan pribadi sang walikota. Polisi membalas tembakan itu dan menewaskan enam penjaga keamanan tersebut.

Bentrokan itu terjadi sehari setelah Espinosa menyerahkan diri kepada kepala polisi Ronald dela Rosa. Polisi menuduhnya telah melindungi para penjual narkoba, termasuk putranya – Erwin – yang juga diserukan untuk menyerahkan diri.

Sebelumnya Presiden Duterte memberi tenggat waktu hingga 24 jam bagi Espinosa untuk menyerahkan diri atau ia dan putranya akan “ditembak di tempat”. Espinosa menyerahkan diri sebelum tenggat itu berakhir dan Dela Rosa mengingatkan putra Espinosa bahwa “ia akan mati” jika tidak segera menyerahkan diri dan kemungkinan ditembak polisi.

Juru bicara kepolisian Dionardo Carlos mengatakan pihak berwenang sedang mengkaji laporan bahwa putra Espinosa telah melarikan diri ke luar negeri. [em/ii]

XS
SM
MD
LG