Tautan-tautan Akses

62 Orang Miliki Kekayaan Setara Separuh Penduduk Dunia


Seorang perempuan membawa ember untuk mengambil air dari keran umum di daerah kumuh di New Delhi, India, 17 Januari 2016.

Seorang perempuan membawa ember untuk mengambil air dari keran umum di daerah kumuh di New Delhi, India, 17 Januari 2016.

Menurut Oxfam, 62 orang terkaya di dunia memiliki kekayaan sama dengan yang dimiliki separuh penduduk dunia. Mereka yang sangat kaya menjadi lebih kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin. Lima tahun lalu, kekayaan 388 orang sama dengan kekayaan seperuh penduduk dunia.

Kekayaan penduduk miskin di seluruh dunia, yang berjumlah lebih dari tiga koma enam miliar manusia, turun sebesar satu triliun dolar atau 41 persen sejak tahun 2010. Tapi Oxfam mengatakan, kekayaan orang-orang yang super kaya naik sekitar separuh triliun dolar.

Oxfam menerbitkan laporannya sebelum pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Hampir separuh dari orang-orang yang super kaya itu adalah orang Amerika, 17 dari Eropa, dan sisanya dari negara-negara termasuk China, Brazil, Meksiko, Jepang dan Saudi Arabia.

"Keprihatinan para pemimpin dunia tentang krisis kesenjangan pendapatan itu, sejauh ini belum dituangkan ke dalam tindakan nyata. Dunia telah menjadi tempat yang semakin tidak seimbang dari segi kekayaan dan kecenderungan ini terus naik," kata Direktur Eksekutif Oxfam International, Winnie Byanima dalam sebuah pernyataan yang menyertai laporan itu.

Meskipun mengakui bahwa menghadapi ketidaksetaraan telah menjadi bagian dari diskusi di Davos, Oxfam mengatakan sudah saatnya bagi para pemimpin untuk melakukan lebih dari sekedar mengakui adanya masalah itu, terutama jika mereka ingin mencapai target penurunan kemiskinan.

62 orang punya kekayaan sama dengan separuh penduduk dunia.

62 orang punya kekayaan sama dengan separuh penduduk dunia.

"Kita tidak bisa terus membiarkan ratusan juta orang kelaparan, sementara sumber-sumber yang dapat digunakan untuk membantu mereka, disedot oleh orang-orang yang paling kaya," tambah Byanima, yang akan hadir di Davos, acara yang diketuainya dalam pertemuan tahun lalu.

Bank-bank di luar negeri di mana banyak orang kaya menyimpan uang mereka tanpa dikenai pajak katanya, adalah penyebab kecurangan yang memungkinkan perusahaan-perusahaan besar dan orang kaya menghindari pajak.

Memastikan bahwa pemerintah memungut pajak dari perusahaan dan orang-orang kaya sangat penting, jika para pemimpin dunia ingin memenuhi tujuan menghapus kemiskinan ekstrim pada tahun 2030, salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ditetapkan bulan September, kata Oxfam.

Oxfam yakin, sekitar tujuh koma enam triliun dolar kekayaan pribadi itu disimpan di bank-bank di luar negeri. Sekitar 12 persen dari jumlah itu atau 190 miliar dolar mestinya dapat disalurkan untuk mengatasi kemiskinan jika orang-orang kaya itu membayar pajak mereka. [ps/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG