Tautan-tautan Akses

Empat Pejabat Amerika Mundur Menyusul Kajian Benghazi


Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan empat pejabat mengundurkan diri namun ia hanya memberikan satu nama. (Foto: Dok)

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan empat pejabat mengundurkan diri namun ia hanya memberikan satu nama. (Foto: Dok)

Empat pejabat Departemen Luar Negeri Amerika mengundurkan diri menyusul hasil penyelidikan yang menyatakan keamanan di konsulat Benghazi tidak memadai.

Sejumlah laporan berita mengatakan empat pejabat Departemen Luar Negeri Amerika mengundurkan diri Rabu (19/12), kurang dari sehari setelah setelah sebuah panel komite independen yang menyelidiki serangan teroris 11 September di Libya menyimpulkan bahwa keamanan di konsulat di Benghazi “sangat tidak memadai.” Serangan itu menewaskan empat warga Amerika.

Laporan oleh CBS, CNN dan kantor berita Associated Press Rabu mengutip seorang pejabat Deplu yang tidak disebut namanya, yang mengatakan bahwa pejabat-pejabat berikut telah mengundurkan diri: Kepala keamanan diplomatik dan Asisten Menteri Luar Negeri Eric Boswell; Wakil Asisten Menteri Luar Negeri urusan keamanan kedutaan Charlene Lamb; dan Raymond Maxwell, Wakil Asisten Menteri Luar Negeri yang bertanggung jawab atas bangsa-bangsa Maghreb di Libya, Algeria, Tunisia dan Maroko.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland mengatakan lembaga tersebut telah menerima pengunduran diri empat orang: Boswell, dua orang dari biro keamanan diplomatik dan satu orang dari biro urusan timur dekat.

Pengunduran diri yang dilaporkan itu diumumkan setelah Dewan Kajian Pertanggungjawaban mengatakan “kegagalan sistematik dan kelemahan manajemen” tingkat senior di dua biro Departemen Luar Negeri mengakibatkan buruknya perlindungan atas konsulat itu.

Dewan itu juga mengatakan jumlah staff keamanan diplomatik di Benghazi saat terjadi serangan “tidak memadai”, sekalipun para diplomat di Libya sudah berulang kali meminta staf tambahan.

Mantan duta besar Thomas Pickering dan mantan Ketua Gabungan Kepala Staf Laksamana Mike Mullen memimpin investigasi itu. Di Departemen Luar Negeri pada Rabu, Pickering mengatakan mereka yang melindungi konsulat semasa serangan terjadi “melakukan upaya mereka sebaik-baiknya yang mungkin mereka lakukan dengan apa yang ada pada mereka, tetapi yang mereka miliki tidak cukup.”

Mullen mengatakan “tidak seorang pun yang secara sengaja mengabaikan” tanggung jawabnya, tetapi beberapa pejabat senior tidak punya “kepemimpinan.” Para pejabat Departemen akan bersaksi di hadapan komite hubungan luar negeri di Dewan Perwakilan Rakyat dan di Senat Kamis.
XS
SM
MD
LG