Tautan-tautan Akses

Keith Ellison: Masih Banyak Salah Paham Soal Islam di Amerika

  • Karlina Amkas

Keith Ellison adalah muslim AS pertama yang menjadi anggota Kongres. Menurutnya, Islam di Amerika masih sering disalahpahami. Seorang muslim yang menjadi anggota Kongres AS lainnya adalah Andre Carson, dari negara bagian Indiana.

Menurut anggota Kongres AS yang juga seorang muslim itu, banyak warga Amerika yang masih kurang atau tidak paham tentang Islam.

Senin, 1 Agustus, umat Islam di seluruh dunia mulai melaksanakan ibadah puasa. Muslim di Amerika sejak awal musim panas, akhir Juni, sudah mulai melakukan serangkaian acara untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tapi, menurut seorang anggota Kongres, Islam masih sering disalahpahami.

Keith Ellison, anggota DPR fraksi Demokrat dari negarabagian Minnesota, menyampaikan ucapan Selamat Berpuasa. Ia mengatakan, “Ramadan Mubarrak.”

Ellison menjadi anggota Kongres sejak Januari 2007, menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota DPR, dan salah satu dari banyak wajah Muslim di Amerika. Sebagai pionir dalam profesinya, banyak orang bertanya-tanya bagaimana rekan-rekannya sesama anggota Kongres memperlakukannya di Capitol Hill. Dalam diskusi panel Muslims in America yang diadakan Faith and Politics Institute di Newseum, Washington, DC ia menjawab, “I am well treated. Well received.” (Saya diperlakukan dengan baik. Diterima dengan baik).

Islam, aku Ellison, banyak disorot dan masih banyak disalahpahami. Padahal, menurutnya, Islam bukanlah baru dan sudah ada di Amerika selama 14 generasi. Ia menyayangkan di seluruh dunia, orang menjadikan agama sebagai identitas dan rela membunuh atau mati demi identitas, bukan keyakinannya.

Komunitas muslim Amerika merayakan hari raya Idul Fitri di masjid Baitul Ma'Mur, Brooklyn, New York (foto: dok).

Komunitas muslim Amerika merayakan hari raya Idul Fitri di masjid Baitul Ma'Mur, Brooklyn, New York (foto: dok).

Data terbaru menunjukkan, sekitar 60 persen warga Amerika tidak memahami Islam. Untuk lebih memperkenalkan Islam, kata Ellison, komunitas Muslim di Amerika seharusnya jauh lebih vokal mengenai diri mereka, kemudian melakukan langkah-langkah dalam bidang pilihannya.

Hal sama diserukan Wajahat Ali, penulis dan sutradara teater. Ditambahkan, apa yang menimpa umat Islam di Amerika, adalah pengulangan sejarah dengan karakter baru. Ia menyebut kaum Yahudi, warga kulit hitam, warga Amerika keturunan Jepang maupun Italia pernah mengalami hal sama.

Hussein Rashid, dosen dan aktivis Muslim di New York, menyayangkan tidak banyak tokoh Muslim muncul belakangan ini. Ia juga menyayangkan kekhawatiran dianggap berbeda membuat banyak Muslim tidak mau menunjukkan diri sebagai Muslim. Padahal, menurut Rashid, boleh saja kita berbeda. Tapi, umat Islam maupun umat lain, banyak kesamaan. Sama-sama warga Amerika. Yang perlu dilakukan adalah mengedepankan kesamaan dan menghargai perbedaan.

Baik Ellison, Ali maupun Rashid sama-sama mengajak umat Islam berbuat sesuatu dalam bidang masing-masing untuk membuat dunia ini lebih baik. Ellison mengajak umat Islam mengabdi kepada masyarakat. Ali mengajak umat Islam berbuat sesuatu bagi semua supaya kita bisa saling belajar. Sedangkan Rashid mengajak umat Islam ‘bersuara’ dan menyampaikan kisah yang bisa kita bagi bersama.

Ramadan tiba ketika warga Amerika sedang panas membahas pagu utang. Sementara di bagian lain dunia, kawasan Timur Tengah, masih bergolak dan umat Islam di Somalia menderita kelaparan akibat kekeringan yang parah. Apapun yang terjadi, Keith Ellison menyampaikan selamat berpuasa kepada semua umat Islam di seluruh dunia.

XS
SM
MD
LG