Tautan-tautan Akses

Ekspedisi Nusantara Jaya Dapat Melihat Potensi Wilayah Kepulauan Indonesia

  • Petrus Riski

Peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 mendarat di Pulau Masalamebu, Kepulauan Madura menggunakan kapal perintis. (VOA/Petrus Riski)

Peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 mendarat di Pulau Masalamebu, Kepulauan Madura menggunakan kapal perintis. (VOA/Petrus Riski)

Kementerian Koordiantor bidang Kemaritiman membuat program Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, yang mengajak generasi muda mengikuti pelayaran ke pulau-pulau terpencil dan terluar di Indonesia.

Puluhan pemuda-pemudi dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, yang diselenggarakan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut. Beberapa pulau kecil di wilayah terluar menjadi tujuan ekspedisi ini, seperti di pulau Matasiri dan pulau Masalembu.

Ray Burhanudin, peserta Ekspedisi Nusantara Jaya 2015, mengatakan ekspedisi ini berhasil mengungkap potensi positif dari pulau-pulau yang terluar dan terpencil, yang dapat dikembangkan untuk memajukan masyarakat di daerah kepulauan itu.

“Matasiri sendiri kalau kita lihat dari peta Indonesia sangat kecil sekali, dan hampir tidak terlihat. Sedangkan potensi wisata di dalamnya sangat besar sekali, mulai dari terumbu karang, penangkaran penyu, mulai dari penangkaran ikan hiu itu sangat luar biasa, tapi mereka terkendala dengan transportasi dan telekomunikasi,” ujarnya.

Selain potensi positif suatu daerah yang dapat digali dan dikembangkan, ekspedisi ini kata Ray juga membuka mata pemerintah tentang masih banyaknya daerah dan pulau-pulau terluar di Indonesia yang masih belum tersentuh pembangunan. Kodisi seperti itu menurut Ray, yang membuat masyarakat pulau Matasiri jauh tertinggal dibandingkan masyarakat di Jawa dan pulau-pulau lainnya.

“Mereka membutuhkan, satu dermaga untuk tempat kapal bersandar. Yang kedua, mereka membutuhkan telekomunikasi karena di sana sama sekali tidak ada sinyal. Selain itu mereka ingin ada tingkat-tingkat kesehatan, misalnya ada puskesmas, ada pasokan obat, dana dan tenaga medis yang tinggal di sana. Selain itu terakhir mereka ingin adanya sebuah gedung SMA untuk menampung remaja-remaja di sana yang setelah lulus SMP harus pergi ke pulau seberang untuk mencari pendidikan,” tambah Ray.

Pulau Masalembu yang merupakan bagian dari kepulauan Madura, diakui oleh peserta Ekspedisi Nusantara Jaya, Andri, sebagai daerah dengan potensi pariwisata laut yang cukup mampu bersaing. Namun minimnya pendidikan serta pemahaman masyarakatnya di bidang kelestarian lingkungan, membuat potensi kelautan yang dimiliki terancam tidak dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Banyak nelayan-nelayan di sana menangkap ikan dengan cara menggunakan potas, dan bom ikan. Jadi banyak terumbu karang yang rusak, beberapa tempat yang rusak. Namun di sebelah pulau Masalembu yang sebelah barat itu lebih baik terumbu karangnya, masih terjaga,” ujar Andri.

Andri berharap Ekspedisi Nusantara Jaya semakin membuka mata masyarakat dan pemerintah secara khusus, untuk lebih memperhatikan pulau-pulau terpencil dan terluar di Indonesia. Keterlibatan pemerintah sangat diharapkan untuk memajukan perekonomian daerah, melalui pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

“Dengan ENJ (Ekspedisi Nusantara Jaya) ini sendiri saya harap bisa mengangkat, yang pertama potensi pariwisatanya di daerah tersebut. Yang kedua, untuk melestarikan lingkungan yang ada di situ,” tambahnya.

Deden selaku perwakilan penyelenggara Ekspedisi Nusantara Jaya 2015 mengatakan, Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman akan lebih mengintensifkan program pelayaran di 86 jalur perintis, meski banyak kendala yang dihadapi seperti sulitnya medan dan cuaca di laut yang tidak mendukung.

“Kami usahakan untuk melaksanakan pelayaran di 86 (jalur perintis) itu, semoga dapat, tapi yang baru terlaksana adalah baru di 13 rute. Nah tujuan kami adalah sama, satu kita menyapa masyarakat,” ujarnya. [dw]

XS
SM
MD
LG