Tautan-tautan Akses

AS

Eksekusi dengan Regu Tembak di Utah Lawan Tren Global

  • Associated Press

Kamar eksekusi regu tembak di penjara negara bagian Utah di Draper.

Kamar eksekusi regu tembak di penjara negara bagian Utah di Draper.

Banyak negara yang menggunakan regu tembak biasanya menujukannya untuk kasus-kasus militer atau selama waktu perang. Pengecualian ada di Indonesia.

Keputusan Utah untuk memberlakukan kembali regu tembak sebagai metode eksekusi jika obat injeksi mematikan tidak tersedia melawan tren internasional.

Utah dan Oklahom adalah negara-negara bagian AS yang mengizinkan regu tembak. Namun Oklahoma hanya memperbolehkannya sebagai pilihan terakhir, jika metode-metode lain dianggap tidak melanggar konstitusi. Amerika Serikat adalah satu-satunya negara di benua Amerika yang mengizinkan penggunaan regu tembak dalam kasus sipil di samping Kuba.

Banyak negara yang menggunakan regu tembak biasanya menujukannya untuk kasus-kasus militer atau selama waktu perang. Pengecualian ada di Indonesia, yang sedang bersiap mengeksekusi 10 penyalur narkoba, sembilan diantaranya orang asing, dengan regu tembak setelah kajian yudisial tuntas.

China, tempat ribuan orang diyakini dieksekusi setiap tahun, secara tradisional menggunakan regu tembak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, China mulai menggunakan suntikan mati dan hal itu sekarang diyakini merupakan teknik utama. Jumlah tepat eksekusi di China merupakan rahasia negara, namun dianggap terbanyak di dunia.

Regu tembak masih menjadi metode eksekusi yang disukai di Somalia dan Guinea Ekuatorial dan diketahui digunakan di Iran, Irak dan Arab Saudi. Korea Utara juga diyakini menggunakannya.

Menurut Amnesty Internasional, setidaknya 778 eksekusi, tidak termasuk di China, dilaksanakan di seluruh dunia pada 2013 -- tahun terakhir data yang tersedia -- dibandingkan dengan 682 pada 2012. Organisasi ini tidak memberikan rincian mengenai metode eksekusi.

Sedikitnya 1.927 orang diketahui telah dihukum mati di 57 negara pada 2013, naik dari 1.722 hukuman mati di 58 negara pada 2012, menurut Amnesty.

Beralih ke Suntikan Mati

Video-video yang diselundupkan keluar dari Korea Utara dilaporkan menunjukkan eksekusi publik dengan regu tembak. Vietnam, dengan hampir 700 orang dalam daftar hukuman mati, beralih dari regu tembak ke suntikan mati dengan alasan kemanusiaan pada 2011.

Hukuman mati di Taiwan yang dilaksanakan dengan tembakan ke jantung atau otak, menurun setelah tahun 2000 karena perlawanan publik, dan tidak ada antara 2006 dan 2009. Hukuman mati diberlakukan lagi pada 2010 menyusul perubahan presiden dan sentimen baru yang mendukung kebijakan tersebut.

Thailand beralih dari regu tembak menjadi suntikan mati pada 2002. Tidak ada eksekusi di negara itu sejak 2009.

Di Iran, Arab Saudi dan Irak, tiga negara dengan beberapa tingkat eksekusi tertinggi di dunia, regu tembak jarang digunakan. Di Arab Saudi, metode yang lebih umum adalah pemenggalan dengan pedang.

Di Iran dan Irak, metode yang lebih banyak dipakai adalah dihukum gantung. Uni Emirat Arab menggunakan regu tembak untuk semua eksekusi, namun hukuman mati jarang dilakukan.

Sementara itu di Eropa, hukuman mati telah dihapus di seluruh wilayah kecuali bekas negara Soviet, Belarus. Penghapusan hukuman mati adalah syarat masuk ke Uni Eropa.

Somalia dan Sudan secara rutin mengeksekusi paling banyak orang di wilayah ini, umumnya menggunakan regu tembak. Pada tahun-tahun belakangan ini, satu-satunya negara lain yang menggunakan regu tembak adalah Guinea Ekuatorial.

Di Amerika Latin dan Karibia, hukuman mati telah dihapus di wilayah ini. Eksekusi terakhir di wilayah ini adalah di Kuba pada 2003 dengan regu tembak.

XS
SM
MD
LG