Tautan-tautan Akses

Ekonomi Jepang Keluar dari Resesi Kuartal Terakhir 2014


Mobil-mobil yang akan diekspor dimasukkan ke kapal kargo di Kawasaki, barat daya Tokyo.

Mobil-mobil yang akan diekspor dimasukkan ke kapal kargo di Kawasaki, barat daya Tokyo.

Banyak ekonom sebelumnya telah memperkirakan keluarnya Jepang dari resesi berkat permintaan yang lebih kuat di Amerika Serikat, pasar ekspor terbesar Jepang.

Ekonomi Jepang keluar dari resesi pada kuartal terakhir, dengan tumbuh 2,2 persen untuk laju tahunan sementara ekspor dan pengeluaran pemerintah membantu mengimbangi investasi perumahan yang lebih lemah.

Data sementara yang dikeluarkan Senin (16/2) mencatat pertumbuhan ekonomi ketiga terbesar di dunia itu tahun 2014 tidak bertambah 0,0 persen, sementara upah turun 0,1 persen.

Data itu juga mencakup perubahan dari angka pertumbuhan sebelumnya yang mencerminkan resesi yang lebih kecil daripada yang dilaporkan sebelumnya. Ekonomi menderita penurunan dua kuartal berturut-turut setelah kenaikan pajak penjualan bulan April.

Banyak ekonom sebelumnya telah memperkirakan keluarnya Jepang dari resesi dalam kuartal Oktober-Desember berkat permintaan yang lebih kuat di Amerika Serikat, pasar ekspor terbesar Jepang.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah berusaha memperkuat pertumbuhan yang berkepanjangan melalui suntikan uang besar-besaran ke dalam ekonomi, terutama melalui pembelian aset bank sentral yang serupa dengan yang digunakan di Amerika Serikat dalam kebijakan quantitative easing bank sentral.

Kebijakan moneter yang sangat longgar itu dimaksudkan untuk menyulut inflasi dan melawan kemacetan deflasi, tetapi sebegitu jauh Jepang tetap di bawah sasaran pemerintah dan bank sentral 2 persen.

XS
SM
MD
LG