Tautan-tautan Akses

Ekonomi AS Tumbuh 2,3 Persen dari April Hingga Juni


Pekerja konstruksi sedang bekerja di atap sebuah apartemen yang sedang dibangun di Spring, Texas, 27 Maret 2015.

Pekerja konstruksi sedang bekerja di atap sebuah apartemen yang sedang dibangun di Spring, Texas, 27 Maret 2015.

Ekonomi AS menguat hingga 2,3 persen pada bulan April hingga Juni setelah musim dingin yang buruk.

Departemen Perdagangan melaporkan hari Kamis (30/7) bahwa peningkatan daya beli konsumen dan keuntungan ekspor baru mendorong ekonomi terbesar dunia ini pada kwartal kedua.

Pemerintah juga mengatakan PDB pada periode bulan Januari hingga Maret tumbuh 0,6 persen dan dan bukan menurun 0,2 persen.

Pertumbuhan kwartal kedua dipicu oleh kenaikan daya beli konsumen AS yang kuat, yang menyumbang 70 persen ekonomi negara tersebut, meningkat 2,9 persen dibandingkan dengan pertumbuhan 1,8 persen pada periode Januari hingga Maret.

Ekspor pulih

Ada juga perubahan besar dalam bidang ekspor, yang buruk pada kwartal pertama akibat penurunan kegiatan di pelabuhan-pelabuhan Pesisir Barat.

Ekspor barang dan jasa meningkat 5,3 persen pada kwartal kedua setelah turun tajam 6,0 persen pada kwartal pertama.

Peti kemas kargo menimbun di Pelabuhan Los Angeles akibat 30 kapal peti kemas terlantar di luar Pelabuhan di Los Angeles, California, 19 Februari 2015.

Peti kemas kargo menimbun di Pelabuhan Los Angeles akibat 30 kapal peti kemas terlantar di luar Pelabuhan di Los Angeles, California, 19 Februari 2015.

Ahli ekonomi juga optimis tentang keadaan ekonomi sepanjang tahun 2015.

Mereka memperkirakan keseluruhan pertumbuhan PDB terus menguat pada paruh kedua tahun ini hingga tiga persen, dengan daya beli konsumen terus tumbuh sebagai hasil dari semakin banyaknya lowongan pekerjaan yang tersedia.

"Pemulihan ekonomi berlangsung selama enam tahun dan tampaknya hal ini belum akan berakhir. Pertumbuhan lapangan kerja semakin kuat dan kenaikan upah juga akan mempercepat pemulihan ekonomi," kata Scott Hoyt dari Moody's Analytics.

Hasil terakhir ini menunjukkan pola umum selama beberapa tahun terakhir. Pada kwartal pertama kinerja ekonomi tidak memuaskan di paruh pertama dan kemudian membaik pada kwartal kedua dan ketiga.

Momentum tidak merata ini berkontribusi terhadap pertumbuhan yang lambat secara keseluruhan sejak Resesi Besar berakhir pada Juni 2009. Perbaikan ini yang paling lambat sejak Perang Dunia II.

Laporan pada hari Kamis sesuai dengan perkiraan yang dirilis sehari sebelumnya oleh Bank Sentral AS yang menunjukkan kenaikan ekonomi dan meningkatkan spekulasi tentang rencana Bank Sentral AS menaikkan suku bunga.

Pada hari Rabu, Bank Sentral mencatat lapangan pekerjaan, daya beli konsumen meningkat, tapi terus menetapkan suku bunga mendekati nol, sejak 2008.

Dibutuhkan keuntungan

Bank Sentral AS masih harus menyaksikan peningkatan pada ketersediaan lapangan pekerjaan dan cukup yakin inflasi rendah akan kembali ke target 2 persen.

Gedung U.S. Federal Reserve Board di Washington.

Gedung U.S. Federal Reserve Board di Washington.

"Data kwartal kedua PDB AS mendukung optimisme Bank Sentral dan menunjukkan ekonomi bisa menerima tingkat suku bunga yang lebih tinggi," kata Steve Murphy, ahli ekonomi AS dari Capital Economics.

Beberapa pengamat mengatakan ekonomi AS tampaknya memiliki cukup momentum yang memungkinkan Bank Sentral menaikkan tingkat suku bunga untuk pertama kalinya selama lebih dari sembilan tahun.

"Angka PDB terbaru menggambarkan ekonomi AS yang sehat sepanjang tahun ini dan menambah kemungkinan Bank Sentral menaikkan tingkat suku bunga pada bulan September," kata Chris Williamson, kepala ahli ekonomi di Markit.

Beberapa pengamat mengatakan kenaikan suku bunga mungkin terjadi pada bulan September, namun ada juga yang mengatakan Bank Sentral mungkin menunggu hingga akhir tahun ini.

Pemulihan ekonomi AS stabil, tapi tidak kuat, sejak resesi berakhir pada tahun 2009. Pemerintah mengatakan ekonomi tumbuh hanya 2 persen per tahun dari 2011 sampai 2014, turun dari perkiraan semula yaitu 2,3 persen.

Ken Bredemeier berkontribusi pada laporan ini. Beberapa materi laporan ini diambil dari AP dan AFP.

XS
SM
MD
LG