Tautan-tautan Akses

AS

Ekonomi Amerika Ciptakan Lebih 200 Ribu Lowongan Kerja


Suasana pameran untuk para pencari kerja (job fair) di Sunrise, Florida (Foto: dok).

Suasana pameran untuk para pencari kerja (job fair) di Sunrise, Florida (Foto: dok).

Pertumbuhan lapangan kerja terjadi di sektor layanan kesehatan, retail, layanan pangan, konstruksi dan pendidikan. Lowongan kerja yang hilang terjadi dalam pertambangan termasuk industri perminyakan yang terpukul kuat akibat kejatuhan harga minyak.

Departemen Tenaga Kerja Amerika melaporkan hari Jumat (4/3) tingkat pengangguran pada bulan Februari adalah 4,9 persen atau terendah dalam delapan tahun. Jumlah lowongan kerja yang diciptakan jauh lebih besar daripada yang diramalkan pakar ekonomi.

Pertumbuhan lapangan kerja terjadi di sektor layanan kesehatan, retail, layanan pangan, konstruksi dan pendidikan. Lowongan kerja yang hilang terjadi dalam pertambangan termasuk industri perminyakan yang terpukul kuat akibat kejatuhan harga minyak.

Presiden Obama mengatakan ekonomi tumbuh kuat sekarang dan mengeritik lawan politiknya dari Partai Republik yang memburuk-burukkan keadaan ekonomi. Ia mengatakan data menunjukkan ‘ucapan suram’ yang keluar dalam sebagian kampanye politik hanya ‘khayalan’.

Data menunjukkan 7,8 juta orang Amerika masih menganggur atau turun 800 ribu dari setahun lalu. Sebanyak 6 juta lagi yang ingin kerja penuh waktu hanya mendapatkan kerja penggal waktu. Jumlah yang bekerja atau paling tidak sedang mencari kerja naik setengah persen dalam beberapa bulan terakhir.

Satu laporan lain menunjukkan deficit perdagangan Amerika memburuk pada bulan Januari karena ekspor Amerika berada pada tingkat terendah dalam lebih dari lima tahun. Nilai dolar Amerika yang kuat membuat produk Amerika menjadi mahal di pasar global dan itu merugikan penjualan.

Meskipun lapangan kerja terus membaik, survei menunjukkan sebagian pemuka bisnis di seluruh negeri bertambah pesimistis mengenai keadaan ekonomi. Valerie Rainey dari American Institute of CPA turut dalam melakukan survei itu dan mengatakan para eksekutif keuangan perusahaan besar maupun kecil semakin cemas melihat laba dan penghasilan.

Dalam wawancara dengan VOA, Rainey mengatakan hal itu membuat semakin kecil kemungkinan mereka menambah modal untuk memperluas bisnis mereka. [al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG