Tautan-tautan Akses

AS

Editor Cosmo Legendaris, Helen Gurley Brown, Tutup Usia


Editor majalah Cosmopolitan Helen Gurley Brown di kantornya di New York. Ia tutup usia pada 13/8/2012 pada usia 90. (Foto: AP)

Editor majalah Cosmopolitan Helen Gurley Brown di kantornya di New York. Ia tutup usia pada 13/8/2012 pada usia 90. (Foto: AP)

Helen Gurley Brown mendeklarasikan revolusi seksual dan warisan yang kontroversial lewat majalah Cosmopolitan.

Saran-saran yang diberikan bukan yang biasa didengar perempuan saat itu:
- Buatlah daftar pria dalam hidupmu dan masukkan mereka dalam kategori berikut: “Lajang”, “Lajang Namun Tidak Berguna”, “Don Juan”, “Duda Cerai.”
- “Perkawinan adalah asuransi untuk tahun-tahun terburuk hidup Anda.” Rajinlah “menabung” saat masih lajang.
- “Perjalanan dengan perahu wajib mengikuti etiket B.Y.O.M (Bring Your Own Man/Bawa Sendiri Pacar Anda)."
- Lupakan gereja. “Manfaat spiritual,” ya. Prospek untuk tempat tidur, tidak mungkin.

Revolusi seksual yang dideklarasikan Helen Gurley Brown 50 tahun lalu tidak lagi hanya untuk pria.

Brown, editor majalah Cosmopolitan dalam waktu yang lama dan penulis buku yang menganjurkan perempuan untuk berhubungan seks sebelum menikah, meninggal pada Senin (13/8) di sebuah rumah sakit di New York setelah diopname beberapa hari, ujar direktur eksekutif Hearst, Frank A. Bennack Jr. dalam pernyataan tertulis. Ia berusia 90 tahun.

“Sex and the Single Girl (Seks dan Perempuan Lajang),” buku yang terjual jutaan kopi dan berisikan saran, opini dan anekdot bahwa menjadi lajang tidak berarti selibat, menjadikan Brown, yang saat itu berumur 30 tahun dan bekerja sebagai penulis di agensi iklan, selebriti pada 1962. Buku tersebut dijadikan acuan bagi para feminis yang yakin bahwa persamaan hak perempuan berarti lebih daripada bebas berhubungan seks.

Tiga tahun kemudian, ia direkrut oleh grup media Hearst Magazines untuk merombak Cosmopolitan yang lesu penjualannya. Majalah itu kemudian menjadi mainannya selama 32 tahun berikutnya.

Ia mengatakan bahwa ia bertekad memberitahu pembaca tentang “bagaimana memperoleh semua hal dalam hidup – uang, pengakuan, sukses, pria, prestis, kekuasaan, harga diri – apa saja yang perempuan lihat dari jendela kaca.”

“Majalahnya sangat bagus,” ujarnya, mengenang saat ia menyerahkan kursi editor edisi AS pada 1997. “Saya ingin meninggalkan warisan bahwa saya menciptakan sesuatu untuk menolong orang lain. Saya selalu merasa pembaca saya adalah seseorang yang mandiri.”

Saat menjadi editor, ia menciptakan istilah-istilah seperti “Cosmo girl” – trendi, seksi, lincah dan cerdas – serta “mouseburger,” suatu istilah yang menggambarkan dirinya sebagai perempuan biasa dan datar yang harus bekerja keras untuk membuat dirinya diinginkan dan sukses.

Motto hidupnya: “Good girls go to heaven, bad girls go everywhere (Perempuan baik masuk surga, perempuan nakal pergi ke mana saja).”

Brown menampilkan perempuan-perempuan cantik berambut besar dan berdada terbuka yang difoto oleh Francesco Scavullo di sampul majalah, dengan judul-judul seperti “Tidak ada yang Gagal dari Seks-ses – Fakta Mengenai Kebutuhan di Tempat Tidur.”

Foto-foto pria ditampilkan sebagai bonus di bagian tengah majalah mulai 1970. Aktor Burt Reynolds tampil hampir tanpa busana pada edisi 1972 dan menimbulkan sensasi. Namun bonus majalah tersebut dihilangkan mulai 1990an.

Brown dan Cosmo merupakan kutukan bagi beberapa feminis, yang sempat berdemo di kantornya. Salah satunya, Kate Millet, berkata, “Politik reaksioner dari majalah tersebut terlalu berlebihan, terutama dalam hal pemburu pria. Seluruh pesan majalah tersebut seperti mengatakan ‘Rayu atasan Anda, kemudian nikahi ia.’”

Kritikan lain datang dari Betty Friedan, yang mencemooh majalah tersebut sebagai “fantasi seksual kekanak-kanakan tingkat remaja” namun kemudian berubah pikiran dan menyebut Brown “dalam kepemimpinannya menampilkan contoh yang berani dan bersemangat dalam revolusi perempuan.”

"Bad Girls Go Everywhere," biografi Brown pada 2009 yang ditulis Jennifer Scanlon, profesor bidang studi perempuan, menyatakan bahwa pesan pemberdayaan Brown membuatnya seorang feminis meski gerakan tersebut tidak mengakuinya.

Brown telah mengubah Cosmopolitan dari majalah tak laku menjadi seperti kacang goreng.

Dalam empat edisi, sirkulasi majalah, yang tadinya di bawah 800.000 atau jumlah minimal yang diinginkan pemasang iklan, naik dan harga eceran meningkat dari 35 sen menjadi 50 sen dan kemudian 60 sen.

Penjualan tumbuh terus setiap tahun sampai pada puncaknya mencapai lebih dari tiga juta pada 1983, sebelum stabil pada 2,5 juta dengan harga US$2,95 per kopi, sampai Brown pensiun pada 1997. Ia tetap menjadi pemimpin redaksi untuk majalah-majalah edisi luar negeri.

Ia tetap bertubuh kurus, dengan tinggi 160 centimeter dan berat berkisar 50 kilogram, berkat berolahraga tiap hari dan diet ketat.

“Anda tidak akan menjadi seksual pada umur 60 tahun jika Anda gemuk,” ujarnya pada ulangtahunnya yang ke-60. Ia juga mendukung operasi kosmetik, dan terbuka mengenai operasi hidung, kulit muka dan suntik silikon yang dilakukannya.

Mengaku sebagai itik buruk rupa, Helen Gurley lahir pada 18 Februari 1922 di daerah perbukitan di Green Forest, Arkansas, AS. Tumbuh dalam era Depresi, ia mendapatkan uang saku dengan memberi les dansa pada anak-anak lain.

Ayahnya meninggal dunia saat ia berumur 10 tahun, dan ibunya yang seorang guru memindahkan keluarga itu ke Los Angeles. Di sana, Helen muda yang jerawatan dan kurus menjadi lulusan terbaik dari SMU Politeknik John H. Francis pada 1939.

Setelah belajar mengetik dan steno di akademi bisnis, ia bekerja sebagai sekretaris di 18 kantor selama tujuh tahun sebelum akhirnya bekerja sebagai penulis di biro iklan Foote, Cone & Belding pada 1948. Ia mendapatkan banyak penghargaan sebagai penulis iklan dan direkrut oleh Kenyon & Eckhardt, membuatnya sebagai perempuan berpenghasilan tertinggi untuk industri iklan di Pantai Barat AS.

Semua pengalaman tersebut digunakannya pada saat menulis buku, sebagai editor dan pembawa acara bincang-bincang di televisi.

“Saya tidak pernah bekerja di manapun tanpa terlibat hubungan seksual dengan seseorang di kantor,” ujarnya pada majalah New York pada 1982. Saat ditanya apakah itu termasuk atasannya, ia mengatakan, “Mengapa harus mendiskriminasikan [atasan]?”.

Ia menikah pada usia 37 dengan duda cerai dua kali David Brown, mantan direktur pelaksana Cosmopolitan yang kemudian menjadi produser film, antara lain untuk "The Sting" dan "Jaws."

Suaminya mendorong Brown untuk menulis buku, yang ia tulis pada akhir pekan, dan menyarankan judul "Sex and the Single Girl." Judul itu sempat ditolak karena dianggap terlalu permisif, bahkan oleh Gurley Brown sendiri.

Pasangan itu pindah ke New York setelah buku itu menjadi salah satu buku terlaris pada 1962. Para pembuat film membeli hak ciptanya seharga $200.000, bukan untuk plot yang sebetulnya tidak layak menjadi film, tapi untuk judulnya yang provokatif.
Aktris Natalie Wood memainkan karakter Helen Gurley Brown yang sama sekali tidak mirip yang asli.

Menurut Hearst, buku tersebut telah diterjemahkan dalam 16 bahasa dan diterbitkan di 28 negara. Ia mengikuti kesuksesan tersebut dengan membuat album rekaman "Lessons in Love (Pelajaran dalam Asmara)," dan buku lain, "Sex in the Office (Seks di Kantor," pada 1965.

Pada tahun yang sama, ia dan suaminya mengajukan ide menerbitkan majalah perempuan pada Hearst, yang menolaknya namun merekrutnya untuk Cosmopolitan.
Pada 1967, ia membawakan acara bincang-bincang televisi, "Outrageous Opinions," acara sindikasi di 19 kota yang menampilkan selebriti sebagai tamu yang bersedia ditanyai mengenai seks dan topik-topik kontroversial lainnya.

Ia kemudian menulis lima buku lagi, termasuk "Having It All (Memiliki Semuanya)" pada 1982 dan pada 1993, saat berusia 71, "The Late Show (Pertunjukan di Usia Lanjut)," dengan subjudul: "A Semiwild but Practical Survival Plan for Women Over 50 (Rencana Bertahan yang Agak Liar Namun Praktis untuk Perempuan Di Atas 50)."

“Filosofi saya adalah jika Anda tidak berhubungan seks, maka hidup Anda selesai. Hal itu yang membedakan antara perempuan muda dan orang tua,” cetusnya dalam suatu wawancara.

Brown mengatakan bahwa ia dan suaminya tidak memiliki anak karena pilihan. (AP/Hillel Italie)
XS
SM
MD
LG