Tautan-tautan Akses

ECOWAS Mulai Hilang Kesabaran Hadapi Pemberontak Mali Utara


Menteri Pantai Gading untuk Uni Afrika, Adama Bictogo, presiden ECOWAS Desire Ouedraogo Kadre dan perwakilan tetap Perancis untuk PBB Gerard Araud dalam rapat dengan anggota DK PBB di Abidjan (Foto: dok).

Menteri Pantai Gading untuk Uni Afrika, Adama Bictogo, presiden ECOWAS Desire Ouedraogo Kadre dan perwakilan tetap Perancis untuk PBB Gerard Araud dalam rapat dengan anggota DK PBB di Abidjan (Foto: dok).

ECOWAS akan menggunakan cara lain untuk menghadapi pemberontak Mali utara apabila tidak segera melepaskan kontrol atas Gao, Timbuktu dan Kidall.

Seorang pejabat Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) mengatakan blok regional itu mulai kehabisan kesabaran dalam menghadapi pemberontak di Mali utara agar melepaskan kontrol atas beberapa daerah penting.

Abdel Fatau Musah, direktur komunikasi eksternal ECOWAS, mengatakaan kepada VOA bahwa ECOWAS akan menggunakan semua cara lain, termasuk penggunaan kekuatan militer jika pemberontak tidak segera menyetujui untuk melepaskan kontrol atas daerah Gao, Timbuktu dan Kidall.

Sejak kudeta militer bulan Maret yang menggulingkan pemerintahan Presiden Amadou Toumani Toure, pemberontak Tuareg, dengan bantuan militan Islamis, merebut kontrol atas sebuah daerah besar di Mali utara dan memproklamirkan diri sebagai negara merdeka.

Para pemimpin dari Gerakan Nasional untuk Pembebasan Azawad yang dipimpin Tuareg mengadakan pembicaraan hari Sabtu dengan Presiden Burkina Faso dan penengah ECOWAS Blaise Compaore.

Musah mengatakan ECOWAS sedang bersiap-siap untuk meminta mandat kepada Dewan Keamanan PBB berdasarkan Bab 7 Piagam PBB, yang menguraikan tentang penggunaan sanksi dan kekuatan militer untuk memulihkan perdamaian dan keamanan.
XS
SM
MD
LG