Tautan-tautan Akses

ECOWAS Bahas Cara Perlancar Pengerahan Pasukan ke Mali


Perwakilan negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) membahas rencana untuk mengirim pasukan tambahan, sekitar 3.000 tentara lagi ke Mali (foto: dok).

Perwakilan negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) membahas rencana untuk mengirim pasukan tambahan, sekitar 3.000 tentara lagi ke Mali (foto: dok).

Pejabat-pejabat pertahanan badan regional Afrika Barat (ECOWAS) bertemu di Abidjan hari Sabtu membahas cara-cara untuk memperlancar pengerahan lebih banyak pasukan Afrika ke Mali.

Menteri Pertahanan Pantai Gading Paul Koffi Koffi hari Sabtu mengatakan, hampir 1.000 tentara Afrika sudah berada di Mali, bukan hanya di ibu kota Bamako, tetapi juga “ di seluruh negeri.”

ECOWAS masih membahas rencana untuk mengirim sekitar 3.000 tentara ke negara tanpa pantai itu sejak kelompok Islam radikal merebut separuh wilayah utara setelah kudeta Maret lalu.

Dewan Keamanan PBB bulan Desember menyetujui pengiriman tentara ECOWAS pada bulan September tahun ini, namun rencana pengiriman itu dipercepat setelah kelompok radikal Islam melancarkan serbuan ke arah Bamako awal bulan ini, sehingga pasukan Perancis melakukan campur tangan.

Pasukan Perancis sejauh ini memimpin campur tangan militer, dengan bantuan militer Mali. Namun, pemimpin-pemimpin Perancis menekankan, pasukan Afrika perlu mengambil alih kepemimpinan itu.

Koffi Koffi mengatakan para pejabat ECOWAS dipastikan akan melakukannya secepat mungkin.

Ia mengatakan, “Apa yang dipertaruhkan di sini sangat penting, karena bukan hanya melibatkan berbagai unsur, tetapi juga, khususnya, membuat janji dalam waktu secepat mungkin untuk mengirim tentara ke medan pertempuran.“ Ia mengatakan, “Setelah tahu apa yang jelas dibutuhkan, khususnya bantuan logistik, dan memperkirakan sampai seberapa besar dukungan itu bisa diperoleh barulah pasukan dikerahkan.”

Pertemuan hari Sabtu itu juga dihadiri Jenderal Nigeria, Shehu Usman Abdulkadir, yang ditunjuk sebagai panglima pasukan intervensi Afrika dalam pertemuan kepala-kepala negara ECOWAS satu minggu lalu.

Abdulkadir mengatakan kepada wartawan, ia yakin penambahan pengiriman pasukan menunjukkan kemajuan yang memuaskan, walaupun ia menolak mengatakan kapan seluruh pasukan itu akan tiba. “Saya tidak bisa memberitahu kapan mereka tiba, tetapi saya bisa meyakinkan masyarakat internasional bahwa penambahan pasukan telah berlangsung dan sebagian pasukan dari negara-negara yang menjanjikan pasukan itu sudah tiba,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, yakin tidak akan ada masalah dalam mengkoordinasikan pasukan Afrika yang berasal dari negara-negara berbahasa Inggris dan Perancis. “Upaya itu sangat baik dan membesarkan hati. Sekarang operasi militer pasukan Burkina Faso sama seperti yang dilakukan pasukan Perancis. Jadi tidak ada isu perbedaan di sini. Kami punya masalah bersama dan kami melakukan pendekatan terhadap masalah itu secara professional seperti yang biasa dilakukan militer,” ujar Jenderal Abdulkadir lagi. (Robby Corey-Boulet)
XS
SM
MD
LG