Tautan-tautan Akses

Ebola Ancam Ketahanan Pangan di Afrika Barat


Seorang pria mengantarkan bahan pangan bagi warga di West Point, Monrovia (25/8). West Point merupakan salah satu wilayah karantina Ebola di Liberia.

Seorang pria mengantarkan bahan pangan bagi warga di West Point, Monrovia (25/8). West Point merupakan salah satu wilayah karantina Ebola di Liberia.

PBB memperingatkan bahwa wabah terburuk virus Ebola di dunia telah mengancam panen dan menyebabkan harga pangan melonjak di Afrika Barat.

Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengeluarkan peringatan tersebut hari Selasa dalam peringatan khusus untuk Liberia, Sierra Leone dan Guinea, tiga negara yang paling terkena dampak wabah Ebola.

FAO mengatakan bahwa dalam tiga negara itu zona dan pembatasan pergerakan orang yang bertujuan untuk memerangi virus tersebut telah secara serius membatasi pergerakan dan pemasaran pangan.

Badan itu mengatakan hal ini menyebabkan kepanikan dalam membeli, kekurangan pangan dan kenaikan harga yang tinggi beberapa komoditas utama, terutama di daerah perkotaan.

FAO juga memperingatkan bahwa kekurangan tenaga kerja di tanah pertanian karena pembatasan gerakan dan pekerja pergi ke daerah lain secara serius akan mempengaruhi produksi pertanian dan membahayakan ketahanan pangan banyak orang.

Musim panen utama untuk dua tanaman penting, padi dan jagung, akan tiba hanya beberapa minggu lagi. Ebola telah menewaskan lebih dari 1.500 orang di Afrika Barat tahun ini, terutama di Guinea, Sierra Leone dan Liberia.

XS
SM
MD
LG