Tautan-tautan Akses

Duterte: Filipina akan Jalin Hubungan Lebih Dekat dengan China, Rusia


Presiden Filipina Rodrigo Duterte ketika berbicara di depan militer Filipina di kamp Tecson di kota San Miguel, utara Manila (15/9).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte ketika berbicara di depan militer Filipina di kamp Tecson di kota San Miguel, utara Manila (15/9).

Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari Senin (26/9) mengatakan bahwa ia memutuskan untuk “beralih” dari hubungannya dengan Amerika.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan akan membuka aliansi perdagangan dan menawarkan penyewaan tanah jangka panjang kepada “pihak lain yang menganut ideologi yang bertentangan” seperti China dan Rusia.

Duterte mengatakan kepada wartawan ia “tidak sepenuhnya” memutuskan hubungan dengan Amerika, sekutu lama negaranya tapi akan membuka semua bidang perdagangan dan ekonomi untuk China dan Rusia.

Ia mengatakan hubungan itu tidak termasuk aliansi militer. Ia mengatakan perusahaan-perusahaan dari kedua negara itu akan bisa menyewa tanah di Filipina sampai 120 tahun. Hubungan Duterte memburuk dengan Amerika yang mengecam penumpasannya terhadap perdagangan narkoba yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Dalam KTT pemimpin Asia Timur di Laos awal bulan ini, Duterte memberi tahu Perdana Menteri Rusia, Dmitry Mevedev bahwa ia akan “beralih” dari Amerika setidaknya selama enam tahun masa jabatannya sebagai presiden.

Duterte mengatakan memberi tahu Medvedev bahwa ia memerlukan bantuan dalam segala hal, perdagangan, ekonomi dan Filipina akan membuka diri.

Ditanya oleh wartawan mengenai apa yang ia maksud dengan beralih, ia mengatakan bahwa ini merupakan momen dimana Filipina tidak akan berbalik lagi. Ia mengatakan masalahnya adalah perjanjian pertahanan Filipina dengan Amerika tidak menjamin Amerika akan membela Filipina jika diserang karena presiden Amerika akan memerlukan persetujuan dari Kongres.

Pejabat Kedutaan Amerika di Filipina tidak bisa dimintai keterangan Senin malam.

Bereaksi atas keprihatinan badan peringkat kredit global S&P yang menilai kepastian penyusunan kebijakan Filipina di bawah kepemimpinannya menurun dan bahwa pembunuhan diluar hukum memperlemah penegakan hukum, Duterte menantang para investor untuk meninggalkan Filipina.

“Tarik investasi Anda, silakan saja,” tantangnya.

“Saya akan membuka diri pada pihak lain yang berbeda ideologi, China, Rusia silahkan masuk," tambahnya.

Ia mengecam Amerika, Uni Eropa, PBB dan Australia karena mengecam kematian-kematian yang diakibatkan kampanye melawan narkoba ilegal.

“Mereka tidak membuat saya takut dengan tuduhan pembunuhan di luar hukum, atau saya juga akan menuntut agar Amerika dan Uni Eropa diselidiki bersama-sama saya, karena mereka melakukan lebih banyak hal di luar hukum dan telah melakukan hal-hal yang mengerikan,” tegasnya dan menyebut bahwa para pengecamnya sebagai “hipokrit”. [my/jm]

XS
SM
MD
LG