Tautan-tautan Akses

Dunia Peringati Hari Kebebasan Pers 2012


Masyarakat mengambil bagian dalam perayaan Hari Kebebasan Pers Dunia di Tbilisi, 3 Mei 2012. 'World Press Freedom Day' diproklamirkan oleh PBB bulan Desember 1993

Masyarakat mengambil bagian dalam perayaan Hari Kebebasan Pers Dunia di Tbilisi, 3 Mei 2012. 'World Press Freedom Day' diproklamirkan oleh PBB bulan Desember 1993

PBB dan organisasi-organisasi hak media tandai peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 3 Mei 2012 dengan pernyataan bersama.

Dalam pernyataan bersama hari Kamis, Sekjen PBB Ban Ki-moon dan pemimpin UNESCO, Irina Bokova, mengatakan perubahan dalam dunia Arab telah menunjukkan penggabungan kekuatan aspirasi akan hak baik media baru maupun lama.

Organisasi hak media 'Fredom House' mengatakan Timur-Tengah dan Afrika Utara mengalami kemajuan dramatis walaupun sempat goyah dalam kebebasan pers tahun lalu. Organisasi itu mengambil sebagai contoh Mesir, Libya, dan Tunisia dimana terdapat kemajuan besar sebagai hasil Arab Spring. Namun, organisasi itu mengatakan Bahrain dan Suriah melancarkan penindakan keras terhadap media sebagai bagian usaha pemerintah untuk menindas pergolakan.

Freedom House juga mengatakan Tiongkok, Rusia dan Iran mempertahankan cengkeraman ketat atas media melalui siasat seperti penahanan pengeritik pemerintah dan penutupan media.

Iran dan Suriah juga disebut sangat buruk dalam laporan baru Komite Perlindungan Journalist mengenai '10 negara yang paling disensor'. Eritrea menduduki tempat teratas dalam daftar negara yang paling disensor karena pemerintah hanya mengizinkan media berita nasional yang diawasi dengan ketat untuk beroperasi di negara tersebut.

'Reporters Without Borders' memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia dengan mengutuk serangan yang bertubi-tubi terhadap media berita. Sedikitnya 21 wartawan telah tewas dalam tahun 2012. Organisasi itu menyebut Presiden Suriah Bashar al-Assad dan milisi Islamis di Somalia sebagai pelanggar paling buruk kebebasan media.

Hari Kebebasan Pers Dunia diberlakukan oleh Majelis Umum PBB tahun 1993 untuk memeriksa keadaan kebebasan media seluruh dunia dan memberi penghargaan kepada para wartawan yang telah gugur dalam melaksanakan tugas.
XS
SM
MD
LG