Tautan-tautan Akses

Dunia Tunjukkan Solidaritas Bagi Paris


Dari Washington sampai Dubai dan Tokyo, warga dunia menunjukkan solidaritas kepada Perancis dan memberikan penghormatan kepada para korban serangan maut di Paris.

Bendera-bedara di gedung Kongres Amerika dikibarkan setengah tiang hari Minggu (15/11) sebagai penghormatan kepada 132 korban serangan mematikan di Paris.

Warga Washington DC juga memberi penghormatan di tempat peringatan sementara di depan kedutaan besar Prancis, meletakkan bunga dan botol minuman anggur serta menyalakan lilin sebagai penghormatan. Aksi serupa berlangsung di kedutaan-kedutaan besar Perancis di seluruh dunia di Istanbul, Berlin, Moskow, Praha, dan lainnya.

Kira-kira 20 ribu orang berkumpul di depan Kedutaan Besar Perancis di Kopenhagan, Denmark, untuk menghormati para korban serangan itu.

Korban-korban tewas di Paris antara lain seorang warga Amerika serta warga asing lainnya dari paling sedikit 13 negara di seluruh dunia. Sejumlah korban tewas juga dari negara-negara Muslim, termasuk Aljazair, Maroko dan Tunisia.

Portugal kehilangan dua warga. Salah satunya adalah sopir yang baru saja menurunkan penumpang di Stade de France. Warga Amerika Selatan yang tewas dalam serangan itu antara lain dari Chile dan Meksiko. Dua warga Brazil terluka. Dua warga Rumania tewas, juga warga dari negara-negara lainnya: Belgia, Inggris, Jerman, Italia, Spanyol dan Swedia.

Di Yerusalem, tembok kota tua diterangi cahaya warna merah, putih dan biru, warna bendera Prancis. Demikian pula, gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa di Dubai diterangi lampu merah, putih dan biru. Benteng Bratislava disoroti cahaya horizontal warna bendera Perancis itu. Menara Skytree di Tokyo dan menara Colpatria di Bogota diterangi lampu dengan warna sama secara vertikal.

Tapi Menara Eiffel, ikon kota Paris, gelap karena lampunya dimatikan. Lampu air mancur Trevi Fountain di Roma juga dimatikan.

Di Milan, Italia, sebuah papan reklame elektronik memasang kata-kata "Je Suis Paris" (Saya Paris). Lima ribu warga berkumpul dalam situasi hening di Montreal, Kanada.

"Kami tidak akan menyerah terhadap intimidasi," kata Walikota Montreal Denis Coderre ketika memecah keheningan yang disambut sorak-sorai kerumunan orang yang tiba di konsulat Prancis. "

Kami akan melindungi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan kita, dan membentuk perlawanan bersama melawan kebencian dan sikap tidak toleran." [zb]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG