Tautan-tautan Akses

Survei: Dukungan terhadap Ahok Jauh di Atas Agus dan Anies

  • Fathiyah Wardah

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas (kanan) dan Syamsuddin Haris, peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dalam konferensi pers di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta hari Kamis 20/10. (Fathiyah Wardah/VOA)

Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas (kanan) dan Syamsuddin Haris, peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dalam konferensi pers di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta hari Kamis 20/10. (Fathiyah Wardah/VOA)

Empat bulan menjelang pemilihan gubernur DKI Jakarta, posisi petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai tetap jauh lebih kokoh dibanding dua pesaingnya. Setidaknya hal ini menurut survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

Dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/10), Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas menjelaskan bila pemilihan dilakukan saat ini maka 44,4% warga Jakarta menyatakan akan memilih Ahok sebagai gubernur Jakarta. Suara dukungan pada Agus Harimurti Yudhoyono baru mencapai 22,3%, sedangkan sokongan pada Anies Baswedan mencapai 19,9%. Sementara 13,4% responden menyatakan tidak tahu atau belum menentukan pilihan atau rahasia.

Penelitian opini publik itu dilakukan pada 1-9 Oktober 2016 atau sebelum munculnya kasus dugaan penistaan dilakukan oleh Ahok, dengan jumlah responden 648 orang, yang menggunakan metode multistage random sampling.

Sirojudin menambahkan Agus dan Anies dinilai sulit mengejar ketertinggalan mereka karena dari survei itu tampak bahwa 70% masyarakat menyatakan kemungkinan besar tidak akan mengubah pilihannya pada pemilihan gubernur Februari tahun depan. Hanya sekitar 29% responden yang menyatakan mungkin untuk mengubah pilihan.

Kuatnya dukungan terhadap Ahok ini, menurut Sirojudin, tampaknya terkait erat dengan terus meningkatnya kepuasan warga Jakarta atas kinerja Ahok. Sekitar 75% warga ibu kota menyatakan cukup atau sangat puas atas kinerja Ahok, atau naik 5% dibanding survei Agustus lalu. Sementara yang kurang atau tidak puas mencapai 22%.

"Kalau Anda mengidentifikasi sejumlah peristiwa, sejumlah isu berkembang di antara Juli, Agustss, Oktober ini, Anda melihat seramai apapun isu itu, mulai dari Sumber Waras, reklamasi, dan lain-lain, ternyata tidak mempengaruhi opini publik dan tidak mempengaruhi penilaian terhadap kinerja Ahok," ujar Sirojudin.

Sirojudin menjelaskan kepuasan masyarakat juga tercermin dalam penilaian mereka terhadap kondisi sarana dan prasarana ada di Jakarta saat ini. Mayoritas warga menilai kondisi rumah sakit atau puskesmas, pelayanan di kecamatan/kelurahan, gedung sekolah, air bersih, jaringan listrik, kondisi jalan, kebersihan dan pengelolaan sampah dalam kategori baik atau sangat baik. Yang masih dinilai rendah adalah kondisi kelancaran transportasi.

Langkah Ahok membenahi Jakarta juga diapresiasi warga. Sekitar 70% warga menyatakan puas dengan cara Pemda DKI menangani banjir, 79% puas soal penanganan sampah, dan 51% warga yakin program beasiswa bagi keluarga miskin berjalan baik.

Yang masih rendah adalah soal kemacetan, di mana hanya 22% warga merasa puas dengan cara Pemda DKI menangani kemacetan.

Tingginya dukungan terhadap Ahok juga terlihat dalam isu kontroversial, seperti penggusuran atau relokasi. Survei ini menunjukkan 66% warga mendukung kebijakan Ahok tentang penggusuran atau relokasi. Meskipun ketika ditanya soal reklamasi, 46% warga Jakarta menentang dan 37% lainnya mendukung.

Masyarakat menyatakan empat sifat kepemimpinan paling penting mesti dimiliki gubernur Jakarta adalah jujur, bisa dipercaya, dan bersih dari korupsi (44,7%), mampu memimpin (17,2%), perhatian pada rakyat (16,2%), serta tegas dan berwibawa (14,5%).

Dengan indikator itu, Ahok dinilai lebih unggul dibanding kedua calon lainnya. Sekitar 66% warga menilai Ahok jujur dan bersih, sementara yang menilai hal tersebut ada dalam diri Agus adalah 44% dan Anies 52%.

Sekitar 75% warga menilai Ahok mampu memimpin Jakarta, sementara hanya 46% warga menilai Agus memiliki kemampuan itu dan Anies 53%. Sebanyak 66% warga menilai Ahok perhatian pada rakyat, sementara hanya 31% warga menyatakan Agus memiliki karakter itu dan Anies 54%.

Sekitar 88% persen warga menyatakan Ahok tegas dan berwibawa, sementara 75% warga menyatakan Agus juga memiliki sifat itu dan Anies hanya 58%.

Peneliti LIPI Syamsudin Harris menilai hasil survei ini membuktikan politisasi isu oleh elite belum tentu mempunyai dampak terhadap elektabilitas dan popularitas Ahok.

"Hasil survei ini mengkonfirmasi kinerja itu menjadi acuan pokok bagi responden, pemilih, masyarakat untuk menilai pasangan calon. Sejauh mana kinerja pasangan calon bersangkutan. Kebetulan sekali Pak Ahok dan Pak Djarot sudah memiliki bukti. Di situlah kerugian dialami Anies-Sandi maupun Agus-Sylvi," ulas Syamsuddin.

Syamsuddin mengatakan survei ini menunjukkan pendekatan dalam bentuk pencitraan atau kemasan tidak lagi bisa diandalkan untuk meraih simpati publik atau elektabilitas dalam jumlah signifikan. [fw/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG