Tautan-tautan Akses

Hasil Survei: Dukungan bagi Hukuman Mati Berkurang di Amerika

  • Greg Flakus

Clarence Brandley sedianya dijatuhi hukuman mati di Texas, tetapi berhasil memenangkan pengadilan banding.

Clarence Brandley sedianya dijatuhi hukuman mati di Texas, tetapi berhasil memenangkan pengadilan banding.

Jajak pendapat Gallup terkini menunjukkan dukungan bagi hukuman mati di Amerika tetap tinggi, tetapi turun menjadi 61 persen dari 80 persen tahun 1994 dengan alasan, narapidana yang mungkin tidak bersalah dihukum mati, sementara pelakunya tetap bebas setelah ada bukti baru narapidana itu bukan pelakunya.

Beberapa orang yang tidak jadi dihukum mati mengisahkan pengalaman mereka. Ron Keine, misalnya, dihukum karena membunuh di Negara bagian New Mexico. Ia dijadwalkan akan dihukum mati beberapa hari lagi ketika pelaku pembunuhan yang sesungguhnya mengakui perbuatannya kepada seorang pastur.

Ia mengatakan, “Pastur itu berkata,’Saya tidak bisa mengampuni kamu, kamu harus melaporkan diri dan melakukan yang terbaik.’ Orang itu menjawab, ‘Ya, saya tahu.’ Saat itu hukuman mati saya tinggal sembilan hari lagi.”

Setelah pelaku sesungguhnya terungkap, Keine dibebaskan. Ia kemudian ikut mengupayakan penghapusan hukuman mati.

Negara bagian New Mexico menghapus hukuman mati. Tetapi, Keine mengatakan banyak orang yang dikenalnya yang sedianya dihukum mati harus tetap dipenjara.

“Orang-orang itu adalah pembunuh-pembunuh yang berbahaya, jadi mereka tidak boleh berkeliaran di jalan. Saya tidak ingin orang-orang itu dibebaskan, meski saya sangat menentang hukuman mati. Orang-orang itu harus dipenjara seumur hidup dan tidak boleh dapat kesempatan pembebasan bersyara,” ujar Keine.

Penelitian menunjukkan satu dari setiap delapan tahanan yang dijatuhi hukuman mati tidak bersalah. Para pengacara yang membela tahanan yang dihukum mati sering tidak bisa mengungkapkan bukti dalam pendakwaan di persidangan.

Clarence Brandley sedianya dijatuhi hukuman mati di Texas, tetapi ia berhasil memenangkan pengadilan banding.

Ia mengatakan, “Terbukti berkali-kali, Texas menghukum mati orang yang tidak bersalah.”

Brandley mengatakan banyak tahanan kulit hitam dijatuhi hukuman mati di penjara dekat Livingston, Texas, karena mereka tidak punya uang untuk membayar pengacara yang jitu.

Alasan lain untuk menentang hukuman mati adalah hukuman itu tidak efektif, kata Dorothy McClellan, dosen pada Universitas Texas A & M di Corpus Christi.

“Hukuman mati tidak berhasil mencapai apa yang seharusnya dicapai dengan pemberlakuan hukuman itu. Hukuman itu hanya untuk balas dendam, tidak berhasil mengurangi tingkat pembunuhan,” ujarnya.

Tetapi, banyak warga Amerika yakin pemberlakuan hukuman mati bisa mencegah orang melakukan pembunuhan, dan agar mereka tidak melakukan pembunuhan lagi.

Para penentang hukuman mati berusaha menangkal pemikiran itu dengan menunjukkan bahwa dalam sebagian kasus orang yang dihukum mati bukan pelaku pembunuhan.

XS
SM
MD
LG