Tautan-tautan Akses

AS

Dukacita Selimuti Newtown Pasca Tragedi Penembakan

  • Carolyn Weaver

Presiden Obama melakukan beberapa kali jeda dalam pidatonya dalam acara doa bersama lintas kepercayaan untuk para korban tragedi Sandy Hook di Newtown, Connecticut. (Foto: AP)

Presiden Obama melakukan beberapa kali jeda dalam pidatonya dalam acara doa bersama lintas kepercayaan untuk para korban tragedi Sandy Hook di Newtown, Connecticut. (Foto: AP)

Warga Newtown, Connecticut, berkabung dan melakukan acara pemakaman untuk para korban penembakan di SD Sandy Hook.

Sebuah kota kecil di Amerika timur laut memulai proses pelaksanaan pemakaman yang mengharukan bagi ke-20 anak dan enam orang dewasa yang tewas dalam penembakan membabi buta di sebuah sekolah dasar.

Pemakaman bagi dua anak laki-laki usia enam tahun berlangsung Senin, yang pertama bagi para korban yang ditembak mati di SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut. Anak-anak yang tewas dalam serangan Jumat itu berusia antara enam dan tujuh tahun.

Pejabat kepolisian negara bagian, Letnan J. Paul Vance, mengatakan sekolah itu dan sebuah lokasi kedua dinyatakan sebagai tempat kejadian. Ia mengatakan pihak berwenang sedang memeriksa bukti dan menanyai para saksi mata.

Motif serangan itu belum ditetapkan.

Presiden Barack Obama bergabung dengan para pelayat dalam misa hari Minggu di Newtown, dan mengatakan bahwa mereka tidak sendirian dalam rasa duka mereka. Ia berjanji menggunakan wewenangnya untuk mencegah terulangnya tragedi semacam itu, dan mengatakan insiden itu adalah penembakan massal ke-empat di Amerika semasa jabatan kepresidenannya sejak hampir empat tahun lalu.

“Kita tidak bisa menolerir ini lagi. Berbagai tragedi ini harus diakhiri dan untuk mengakhirinya kita harus membuat perubahan. Kita akan mendengar bahwa penyebab kekerasan semacam ini rumit, dan itu memang benar. Tidak ada satu UU atau serangkaian UU dapat melenyapkan kekejian dari dunia ini dan mencegah setiap aksi kekerasan dalam masyarakat kita. Tetapi ini tidak bisa dijadikan dalih untuk tidak bertindak,” ujar Obama.

Semua korban dewasa adalah perempuan, termasuk kepala sekolah yang dilaporkan berusaha menghadang sang pelaku penembakan, dan seorang guru yang dipuji karena menyelamatkan beberapa murid dengan menempatkan dirinya diantara para murid dan pelauku.

Pihak berwenang mengatakan pelakunya bernama Adam Lanza, yang tewas di lokasi karena bunuh diri.

Pejabat berwenang mengatakan Lanza membawa amunisi yang cukup untuk membunuh semua orang di sekolah itu, tapi ia tidak jadi melakukannya. Gubernur Connecticut Dannel Malloy mengatakan kepada stasiun TV ABC bahwa Lanza memutuskan untuk menembak dirinya sendiri ketika mengetahui polisi tiba di tempat kejadian.

"Kami menduga bahwa saat penembakan di kelas yang kedua ia mendengar polisi datang, pada saat itu tampaknya ia memutuskan untuk bunuh diri,’ papar Gubernur Malloy.

Pembantaian anak-anak itu, satu dari 10 penembakan massal di Amerika hanya dalam dua tahun terakhir, telah mengejutkan negara itu.

Patty Boswell mengendarai mobilnya ke Newtown dari New York untuk ikut menyatakan dukacitanya.

“Saya tidak bisa mengungkapkannya, mereka anak-anak kecil, masih bayi…,”katanya sambil terisak.

Warga Connecticut Yvonne Diallo berbicara mewakili banyak orang. Ia mengatakan, "Saya pikir sesuatu harus dilakukan. Sesuatu pastinya harus dilakukan. Kita tidak bisa hidup seperti ini. Ini lebih buruk dari kehidupan di negara dunia ketiga. Kita tidak bisa seperti ini, mereka tidak melakukan hal ini kepada anak-anak mereka di mana pun."

Kata-katanya itu digemakan kembali oleh Presiden Obama, yang datang ke Newtown Minggu malam untuk ikut dalam upacara antar kepercayaan bagi para korban.

“Kita tidak bisa mentolerir keadaan ini lebih lama lagi. Tragedi-tragedi ini harus berakhir, dan untuk mengakhirinya kita harus berubah,” kata Obama dalam pidatonya.

Pemakaman-pemakaman pertama diadakan Senin, dan selanjutnya akan dijadwalkan dalam minggu ini.
XS
SM
MD
LG