Tautan-tautan Akses

Dubes Tunisia untuk AS: Demokrasi Tunisia Masih Hadapi Tantangan


Seorang perempuan di Marsa, Tunisia, menggendong anaknya sambil memasukkan kertas suara di TPS dalam pemilihan presiden 2014.

Seorang perempuan di Marsa, Tunisia, menggendong anaknya sambil memasukkan kertas suara di TPS dalam pemilihan presiden 2014.

Masalah-masalah seperti kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan besar antara kota-kota pantai dan wilayah pedesaan di bagian tengah membuat anak-anak muda Tunisia putus asa.

Transisi damai bagi demokrasi di Tunisia terbukti merupakan keberhasilan langka dalam pergolakan Arab.

Tunisia beruntung memiliki politisi yang pragmatis yang lebih menyukai kompromi dari pada konfrontasi. Partai politik Islamis Ennahda yang memenangkan pemilu pertama setelah revolusi tahun 2011, secara sukarela menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah teknokrat.

Masyarakat madani yang kuat di Tunisia juga membantu negara itu beralih dari pemerintahan yang otoriter.

Meski demikian, Duta Besar Tunisia untuk Amerika Faycal Gouia mengatakan negaranya masih menghadapi masalah-masalah serius untuk melangkah maju.

“Kami menghadapi begitu banyak tantangan di dalam negeri karena serangan-serangan teroris di Tunisia dan yang kedua karena banyak masalah yang kami hadapi yang merupakan warisan rezim sebelumnya khususnya rezim otoriter selama 23 tahun,” tambah Gouia.

“Masalah-masalah seperti kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan besar antara kota-kota pantai dan wilayah pedesaan di bagian tengah membuat anak-anak muda Tunisia putus asa." [my/ds]

XS
SM
MD
LG