Tautan-tautan Akses

Dubes AS Resmikan Kampung Sanitasi di Solo


Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake, bersama anak-anak sekolah dalam kunjungan ke Solo (13/5). (VOA/Yudha Satriawan)

Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert Blake, bersama anak-anak sekolah dalam kunjungan ke Solo (13/5). (VOA/Yudha Satriawan)

Duta besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake, Jr. meresmikan kampung sanitasi di Solo yang didanai lembaga donor dari Amerika Serikat.

Ratusan siswa Sekolah Dasar berseragam merah putih membawa bendera Indonesia dan Amerika Serikat berbaris menuju lokasi peresmian kampung Sanitasi di Semanggi Solo, Selasa siang (13/5).

Kedatangan Duta Besar Amerika Serikat, Robert O Blake, Jr., didampingi Walikota Solo, Hadi Rudyatmo langsung disambut ratusan siswa tersebut.

Saat meresmikan Kampung Sanitasi bantuan dari lembaga donor Amerika Serikat, USAID, Dubes Blake mengatakan pemerintah AS berkomitmen meningkatkan akses air bersih dan fasilitas santasi yang layak bagi masyarakat di perkotaan dan pemukiman kumuh Indonesia.

Blake mengatakan Kampung Sanitasi di Solo ini menjadi pilot project Kota Sanitasi di Indonesia.

“Presiden Obama selalu mengatakan sangat berkepentingan atas keberhasilan dan kesuksesan masyarakat di Indonesia. Kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat sudah berlangsung sejak lama hingga pemerintahan Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono. Jadi proyek ini bukan untuk mendukung kandidat capres tertentu ya.proyek ini ditujukan untuk membantu masyarakat di Solo ini,” ujarnya.

Blake lebih lanjut mengungkapkan selain Solo, pemerintah AS juga membantu penyediaan akses air bersih dan sanitasi di 54 kota di Indonesia dan membantu sekitar dua juta warga di pemukiman kumuh kawasan perkotaan.

Bantuan pembangunan sarana instalasi pengolahan air (IPAL) dan penyediaan sarana jamban umum dari USAID dan IUWASH di Solo tersebut senilai hampir Rp 1 milyar dan proses pembangunan sejak setahun lalu.

Salah seorang warga, Suratman mengatakan senang dengan adanya pembangunan sanitasi tersebut. Menurut Suratman, kini warga tidak lagi melakukan mandi, cuci, kakus di Sungai.

“Dengan adanya kampung Sanitasi ini, kami sebagai warga sangat merasakan manfaatnya..biasanya kami buang air besar ke sungai atau MCK lama yang jauh dari sini, sekarang di rumah kami sudah tersedia WC dan Kamar mandi. Sedangkan untuk air bersih, yang tadinya saya setiap hari beli, sekarang tinggal ambil dari keran yang ada di depan rumah, lebih mudah dan murah..airnya bersih..kondisi kampung kami juga lebih sehat..warga hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Solo, Hadi Rudyatmo mengatakan perbaikan kondisi sanitasi yang sehat mulai dirasakan warga. Rudy berharap Kampung Sanitasi di Solo ini akan dicontoh wilayah lain di Solo maupun daerah lainnya di Indonesia.

“Solo memiliki 51 kelurahan, dan mudah-mudahan kampung Sanitasi ini yang sudah kita rintis ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain..tentunya berbagai kawasan di Solo yang akan dikembangkan menjadi kampung Sanitasi..jika seluruh kampung di Solo menjadi kampung Sanitasi maka saya yakin Solo menjadi Kota Sanitasi pertama di Indonesia dan akses masyarakat untuk mendapatkan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak dan sehat terpenuhi..”

Pemerintah kota Solo mencatat lebih dari separuh atau sekitar 60 persen warga di Solo memiliki fasilitas sanitasi sehat dan layak. Kampung sanitasi di Semanggi Solo ini dihuni 1800 warga dan hanya 10 persennya yang memiliki fasilitas air bersih dan MCK yang layak.

Setelah pembangunan IPAL dan MCK komunal, penyediaan pipa air bersih, dan sebagainya, sekitar 90 persen warga di lokasi tersebut bisa merasakan manfaatnya.
XS
SM
MD
LG