Tautan-tautan Akses

2 Terluka dalam Ledakan Bom di Poso

  • Yoanes Litha

Ledakan bom yang merusak pos polisi lalu lintas di Poso, Sulawesi Tengah. (VOA/Y. Litha)

Ledakan bom yang merusak pos polisi lalu lintas di Poso, Sulawesi Tengah. (VOA/Y. Litha)

Ledakan bom terjadi lagi di Poso, yang menurut polisi merupakan pengalihan perhatian dari penyelidikan yang sedang dilakukan polisi.

Seorang polisi dan seorang petugas keamanan terluka dalam ledakan bom rakitan di pos lalu lintas di Poso, Sulawesi Tengah, pada Senin (22/10).

Kedua orang yang terluka itu adalah Briptu Rusliadi, anggota Satuan
Lalu Lintas Polres Poso, dan Muhammad Akbar, petugas keamanan sebuah bank yang sedang melintas pos tersebut.

Kapolres Poso AKBP Eko Santoso kepada VOA menyatakan kedua korban tersebut kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Poso.

“Satpam ini kena lengan atas, kalau anggota kita di bokong sebelah kanan,” ujarnya.
Ledakan bom terjadi dua kali, yang pertama tidak begitu keras, sementara yang kedua dapat terdengar dalam radius 3 kilometer dari lokasi ledakan.

Eko mengatakan ledakan bom tersebut merupakan upaya untuk mengalihkan perhatian aparat kepolisian yang kini sedang fokus untuk melakukan pencarian terhadap para pelaku kekerasan di sekitar dusun Tamanjeka dan Uweralulu yang berada di Kecamatan Poso Pesisir. Hal itu dilakukan menyusul tewasnya dua polisi yang jenazahnya ditemukan terkubur di tengah hutan di Lembah Hitam, Dusun Tamanjeka.

Eko Santoso menghimbau warga Poso untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Seorang tukang ojek bernama Mas Gembong, 45, mengatakan berbagai gangguan keamanan di Poso menyebabkan dirinya merasa takut untuk mencari penumpang.

"Kayaknya orang mau ke pasar itu takut. Tukang ojek seperti kita begini ini juga ragu, jadi seperti ada rasa curiga,” ujarnya.

Gembong berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk kembali
memulihkan stabilitas keamanan di Poso, agar warga dapat kembali beraktivitas tanpa diliputi rasa kekhawatiran terhadap keselamatan diri mereka.
XS
SM
MD
LG