Tautan-tautan Akses

20 Demonstran Cedera dalam Bentrokan dengan Pasukan Kamboja


Tentara Kamboja menahan seorang pekerja dalam aksi demonstrasi di Phnom Penh, Kamis (2/1).

Tentara Kamboja menahan seorang pekerja dalam aksi demonstrasi di Phnom Penh, Kamis (2/1).

Demonstran Kamboja mengatakan sedikitnya 20 orang, termasuk 15 biksu, cedera dalam bentrokan dengan satuan pasukan khusus di ibukota Phnom Penh, Kamis (2/1).

Demonstran Kamboja mengatakan sedikitnya 20 orang, termasuk 15 biksu, cedera dalam tindakan keras terhadap buruh-buruh garmen yang mogok kerja setelah satuan pasukan khusus dikerahkan untuk membubarkan demonstran.

Kelompok HAM lokal, yang mengatakan sedikitnya 10 orang ditangkap hari Kamis di luar pabrik Yak Jin di dekat Phnom Penh, mengecam kekerasan dan pengerahan pasukan khusus (Komando Unit Khusus 911).

Nuth Romduol dari Partai Penyelamatan Nasional Kamboja dan anggota terpilih Parlemen yang beroposisi, memberitahu VOA bahwa pasukan itu menyerang lebih dahulu.

"Mereka agresif terhadap kami setelah kami tiba di sana. Para prajurit bertindak agresif dan menangkap seorang pemuda. Ia hanya menonton, tapi dipukuli dengan tongkat. Ia tidak bersenjata dan tidak melempar batu. Ini terjadi tepat di hadapan saya," kata Romduol.

Tapi Chap Sophorn, komandan unit paramiliter, mengatakan pasukannya hanya menanggapi setelah demonstran mulai melempar batu kepada mereka.

Ia mengatakan, "Apakah kita harus berdiam diri ketika diserang? Prajurit saya patuh mengikuti perintah saya. Jika saya mengatakan "bersiap" mereka bersiap, dan jika saya mengatakan "berhenti," mereka berhenti. Siapa yang bertanggung jawab ketika kita mengatakan jangan melempar, tetapi mereka tetap melempar? Tentunya andapun tidak bisa berdiam diri."

Sebagian besar buruh garmen Kamboja sedang mogok kerja untuk menuntut kenaikan upah.
XS
SM
MD
LG