Tautan-tautan Akses

Dua Pembajak Pesawat Libya Menyerah di Malta


Dua pembajak pesawat Libya 'Afriqiyah Airways' menyerah di bandara Malta hari Jumat (23/12).

Dua orang pembajak pesawat terbang Libya menyerah kepada polisi Jumat (23/12) setelah mengubah arah pesawat jet itu ke Malta.

Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat mengatakan, dua orang pembajak pesawat terbang Libya menyerah kepada polisi Jumat (23/12) setelah mengubah arah pesawat jet itu ke pulau Malta dan membebaskan semua sandera di dalam pesawat.

Dalam serangkaian informasi lewat Twitter, Muscat mengatakan , para pembajak membebaskan anggota kru terakhir sebelum mereka ditahan.

Muscat mengatakan, mereka sebelumnya mengancam akan meledakkan pesawat itu dengan granat. Polisi menemukan sebuah granat dan sebuah pistol dari para pembajak ketika mereka ditangkap dan penggeledahan lebih lanjut didalam pesawat terbang menemukan sebuah pistol lagi.

Muscat berbicara dengan para wartawan setelah insiden berakhir, dan mengatakan para pembajak ditahan dan interogasi sedang dilakukan.

“Awak pesawat dan para penumpang juga ditanyai untuk mengecek apa yang sesungguhnya trerjadi.” Katanya. “Kalau proses interogasi selesai dalam beberapa jam mendatang, akan dilakukan pengaturan untuk mengirim para penumpang dan awak pesawat kembali ke Libya dengan pesawat terbang lain.”

Dia juga mengatakan, penguasa Malta dengan jelas mengatakan kepada para pembajak bahwa pihak berwajib “tidak bersedia berunding” kecuali kalau mereka menyerah.

“Sampai sekarang mereka tidak mengajukan tuntutan, jelas mereka pada saat ini tidak dalam posisi untuk mengajukan tuntutan apapun, tetapi kami juga tidak akan berunding.”

Para pembajak membebaskan 109 dari 118 orang di dalam pesawat segera setelah pesawat mendarat dan tim-tim darurat dikerahkan di landasan bandara. Beberapa jam kemudian, para sandera selebihnya dibebaskan dan polisi menangkap para pembajak. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG