Tautan-tautan Akses

2 Pekan Sebelum Pilpres, Persaingan Obama-Romney Terus Ketat


Dari kiri ke kanan, Ibu Negara Michelle Obama, Presiden Obama, Ann Romney dan Mitt Romney, usai debat ketiga dan terakhir, Senin (22/10).

Dari kiri ke kanan, Ibu Negara Michelle Obama, Presiden Obama, Ann Romney dan Mitt Romney, usai debat ketiga dan terakhir, Senin (22/10).

Kedua calon berusaha terus berusaha meraih dukungan para pemilih yang belum menetapkan pilihan, khususnya di sejumlah negara bagian kunci.

Dua pekan sebelum pemilihan presiden Amerika, Presiden Barack Obama dan penantangnya dari partai Republik mengeluarkan imbauan terakhir kepada para pemilih yang belum menetapkan pilihan mereka.

Dalam rapat umum Selasa (23/10) di negara bagian Florida, Obama menuduh Romney berubah pendapat mengenai isu-isu besar dalam debat ketiga sekaligus terakhir mereka Senin malam, termasuk di antaranya operasi yang menewaskan Osama bin Laden.

Tampil di hadapan massa pendukungnya di dekat Las Vegas, Nevada, bersama dengan calon wakil presiden Paul Ryan, Romney mengatakan bahwa Obama telah melancarkan serangan politik karena ia kehilangan dukungan dari rakyat Amerika.

Kedua kubu kampanye mengklaim calon mereka menang dalam debat Senin malam, yang berfokus pada kebijakan luar negeri. Tetapi sejumlah jajak pendapat besar menyatakan Presiden Obamalah pemenangnya.

Jajak pendapat menunjukkan persaingan dalam pemilihan presiden ini berlangsung ketat. Kedua calon berusaha untuk meraih dukungan para pemilih yang belum menetapkan pilihan, khususnya di sejumlah negara bagian kunci, yang dapat sangat menentukan siapa peraih 270 suara elektoral (electoral votes) yang diperlukan untuk terpilih menjadi presiden.

Obama pada hari Rabu memulai kampanye dua harinya ke enam negara bagian, termasuk di antaranya ke Iowa, Colorado dan Florida. Romney akan berkampanye di Nevada dan Iowa.
XS
SM
MD
LG