Tautan-tautan Akses

2 Mantan PM Bersaing dalam Pemilu Putaran II Republik Afrika Tengah


Warga setempat antri untuk memberikan suara mereka di sebuah TPS di Bangui, Republik Afrika Tengah, 30 Desember 2015 (Foto: dok).

Warga setempat antri untuk memberikan suara mereka di sebuah TPS di Bangui, Republik Afrika Tengah, 30 Desember 2015 (Foto: dok).

Republik Afrika Tengah mengadakan pemilihan presiden dan parlemen untuk menggantikan pemerintahan transisi yang dibentuk pada tahun 2014, setahun setelah pemberontak menggulingkan Presiden Francois Bozize.

Dua mantan perdana menteri akan berhadapan dalam pemilihan presiden putaran kedua di Republik Afrika Tengah pada 31 Januari.

Hasil sementara putaran pertama yang dirilis Kamis malam (7/1) menunjukkan Anicet Georges Dologuele memimpin dengan 24 persen suara, diikuti oleh Faustin Archange Touadera dengan 19 persen suara.

Lebih dari 30 calon bertarung dalam pemilihan putaran pertama pada tanggal 30 Desember. Komisi Pemilu Nasional mengatakan jumlah pemilih mencapai 79 persen.

Sebelumnya minggu ini, sekelompok calon menyerukan pembatalan penghitungan suara karena dugaan penipuan pemilih dan kesulitan logistik. Tapi komisi pemilu menganggap kekhawatiran mereka tidak valid.

Republik Afrika Tengah mengadakan pemilihan presiden dan parlemen untuk menggantikan pemerintahan transisi yang dibentuk pada tahun 2014, setahun setelah pemberontak menggulingkan Presiden Francois Bozize.

Dologuele, 58 tahun, adalah seorang ekonom yang menjabat sebagai perdana menteri di bawah Bozize antara tahun 1999 dan 2001.

Touadera, juga 58 tahun, adalah mantan profesor matematika yang menjabat sebagai perdana menteri di bawah Bozize dari tahun 2008 hingga 2013. [as]

XS
SM
MD
LG