Tautan-tautan Akses

Dua Lelaki Myanmar Akui Bunuh Turis Inggris di Thailand


Buruh dari Myanmar, Saw, (kiri) dan Win didampingi petugas polisi dalam konferensi pers di Koh Tao, Surat Thani, Thailand, (3/10/2014). Mereka mengaku sebagai pelaku pembunuhan 2 turis Inggris di Thailand.

Buruh dari Myanmar, Saw, (kiri) dan Win didampingi petugas polisi dalam konferensi pers di Koh Tao, Surat Thani, Thailand, (3/10/2014). Mereka mengaku sebagai pelaku pembunuhan 2 turis Inggris di Thailand.

Polisi di Thailand menyatakan dua lelaki Myanmar mengaku telah melakukan pembunuhan keji bulan lalu terhadap pasangan Inggris yang sedang berlibur di sebuah pulau di Thailand Selatan.

Mayat Hanna Witheridge, 23 tahun, dan David Miller, 24 tahun, ditemukan bulan September di pulau Koh Tao, 500 kilometer sebelah selatan Bangkok.

Polisi Jumat menyatakan dua pekerja migran dari Myanmar mengaku membunuh kedua korban, serta memerkosa Jenderal Somyot Poompanmoung .

Kepala kepolisian nasional Thailand Jenderal Somyot Poompanmoung mengatakan kedua tersangka menghadapi tuduhan pembunuhan, pemerkosaan dan pencurian. Polisi menyatakan video pemantau dan bukti DNA mendukung pengakuan para tersangka. Belum jelas apa yang menyebabkan pembunuhan tersebut.

Pembunuhan kedua orang itu mengguncang industri pariwisata Thailand, yang sedang goyah setelah kudeta militer bulan Mei dan diberlakukannya keadaan darurat setelah itu.

Pihak berwenang Thailand semula dikritik karena dianggap salah menangani penyidikan kasus pembunuhan itu, setelah gagal mengamankan TKP dan memungkinkan calon tersangka melarikan diri.

Kepala junta Thailand Prayuth Chan-ocha juga dipaksa minta maaf setelah mengatakan wisatawan yang mengenakan bikini membuat diri mereka lebih rentan terhadap serangan.

XS
SM
MD
LG