Tautan-tautan Akses

Dua Kandidat Capres AS Kritisi TPP


Kandidat calon presiden AS Hillary Clinton, kiri, dan Donald Trump (kanan).

Kandidat calon presiden AS Hillary Clinton, kiri, dan Donald Trump (kanan).

Dari tiga kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump, Ted Cruz dan John Kasich, hanya Kasich yang secara konsisten berbicara mendukung perjanjian perdagangan bebas pada umumnya dan khususnya TPP.

Kandidat calon presiden yang kemungkinan besar akan dinominasikan partainya masing-masing, Donald Trump dari Partai Republik dan Hillary Clinton dari Partai Demokrat, berbicara keras menentang Kemitraan Trans Pasifik pada tahun ketika tidak seorang pun bicara tentang perjanjian perdagangan bebas itu dalam pertarungan kampanye.

TPP yang ditandatangani awal tahun ini dimaksudkan untuk menurunkan tarif dan mendorong perdagangan diantara ke-12 negara-negara Relung Pasifik. Perjanjian itu belum diberlakukan dan tidak mendapat dukungan dalam kampanye presiden Amerika.

“Kita akan membatalkan TPP," ujar Trump kepada para pendukungnya di Spokane, Washington hari Minggu (8/5). “Kita akan menghentikannnya. NAFTA (Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara) adalah bencana. TPP ini akan lebih buruk," tegas Trump.

Pekan lalu Clinton menggarisbawahi tentangannya terhadap TPP, menindaklanjuti pernyataan pesaingnya Bernie Sanders. Menanggapi pertanyaan dari kelompok-kelompok HAM, lingkungan hidup dan buruh, Clinton menulis bahwa Kongres seharusnya tidak menyetujui perjanjian itu sebelum atau setelah pemilu November ini.

Kandidat capres unggulan Partai Republik itu pertama kali menunjukkan tentangannya tak lama setelah perjanjian itu diumumkan akhir tahun lalu. "Saya tidak setuju dengan apa yang telah saya pelajari sejauh ini," ujar Clinton. "Saya khawatir dengan manipulasi mata uang yang tidak termasuk dalam perjanjian itu. Kita telah kehilangan lapangan-lapangan kerja di Amerika karena manipulasi negara-negara, khususnya di Asia, yang terlibat bekerjasama dengan kita," tegas Clinton.

Sebagai menteri luar negeri pada masa jabatan pertama Presiden Barack Obama, Clinton memuji TPP sebagai "standar baku perjanjian perdagangan." Kekhatirannya tentang perjanjian itu ketika ia bertarung sebagai kandidat capres menunjukkan betapa sengitnya isu perdagangan dalam siklus pemilu Amerika saat ini.

Dari tiga kandidat calon presiden Partai Republik, Donald Trump, Ted Cruz dan John Kasich, hanya Kasich yang secara konsisten berbicara mendukung perjanjian perdagangan bebas pada umumnya dan khususnya TPP.

"Saya selalu menjadi pengusaha yang adil dan pengusaha yang bebas pada saat bersamaan," ujar Gubernur Ohio itu bulan Maret lalu. "Tiga puluh delapan juta warga Amerika yang bekerja terkait dengan perdagangan. Jadi kita ingin punya perdagangan bebas."

Bahkan sebelum mundur dari kampanyenya pekan lalu, suara Kasich kerap tenggelam dengan suara Trump. [em]

XS
SM
MD
LG