Tautan-tautan Akses

AS

2 Jurnalis akan Bongkar 'Program Pembunuhan AS'


Kantor badan keamanan nasional AS (NSA) di Fort Meade, negara bagian Maryland (foto: dok). Dua jurnalis AS berniat mengungkap bagaimana NSA memainkan peranan yang penting dalam program pembunuhan Amerika.

Kantor badan keamanan nasional AS (NSA) di Fort Meade, negara bagian Maryland (foto: dok). Dua jurnalis AS berniat mengungkap bagaimana NSA memainkan peranan yang penting dalam program pembunuhan Amerika.

Dua jurnalis Amerika mengatakan telah bekerja sama untuk melaporkan peran Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dalam "program pembunuhan" Washington.

Dua jurnalis Amerika yang terkenal akan laporan investigasi mereka terhadap pemerintah Amerika mengatakan telah bekerja sama untuk melaporkan peran Badan Keamanan Nasional AS (NSA) dalam program pembunuhan Washington.

Kontributor surat kabar The Nation, Jeremy Scahill, mengatakan kini bekerja sama dengan Glenn Greenwald, jurnalis yang berdomisili di Rio de Janeiro yang telah menulis berbagai artikel tentang program pengintaian Amerika berdasarkan dokumen yang dibocorkan mantan pegawai kontraktor NSA, Edward Snowden.

Scahill adalah penulis buku “Dirty Wars,” mengenai program pembunuhan itu.

Dia mengatakan proyek gabungan mereka memusatkan perhatian pada “bagaimana NSA memainkan peranan yang penting dan signifikan dalam program pembunuhan Amerika.” Scahill tidak memberikan rincian lain.

Scahill dan Greenwald berbicara hari Sabtu kepada para penonton bioskop di Rio, dimana film dokumenter yang dibuat berdasarkan “Dirty Wars” diputar perdana di Amerika Latin dalam Festival Film Rio.

Sementara itu, surat kabar New York Times melaporkan bahwa selama hampir tiga tahun Badan Nasional Nasional Amerika telah menggunakan data yang dikumpulkannya untuk memetakan hubungan sosial sebagian warga Amerika.

Harian itu melaporkan dengan melacak hubungan sosial, pemerintah bisa mengidentifikasi asosiasi sebagian warga Amerika, lokasi mereka pada waktu tertentu, rekan perjalanan mereka dan informasi pribadi mereka.

New York Times mengutip dokumen yang dibocorkan mantan pegawai kontraktor NSA, Edward Snowden.

Dalam artikel yang dimuat hari Sabtu di situsnya, Times melaporkan NSA mulai melakukan analisa daftar panggilan telepon dan e-mail pada bulan November 2012 setelah para pejabat di badan spionase tersebut mencabut larangan praktik itu.

Surat kabar itu mengatakan tujuannya adalah memeriksa jaringan asosiasi sebagian warga Amerika untuk tujuan intelijen asing.
XS
SM
MD
LG