Tautan-tautan Akses

12 Diduga Tewas dalam Penambangan Emas Ilegal Jawa Barat


Penambang emas tradisional di Hampalit, Kalimantan Tengah. (Foto: Ilustrasi)

Penambang emas tradisional di Hampalit, Kalimantan Tengah. (Foto: Ilustrasi)

Penambangan emas secara illegal telah meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun ini karena harga emas telah meningkat, dan kematian umum terjadi.

Tim SAR hari Kamis (29/10) mengangkat tiga jenazah dari 12 penambang yang tertimbun tanah longsor ketika mereka sedang menambang secara illegal di sebuah tambang emas milik pemerintah di dekat Bogor, Jawa barat.

Mereka tertimbun tanah longsor hari Selasa di tambang yang dikelola perusahaan Aneka Tambang di wilayah Pongkor, dekat Bogor, Jawa Barat. Aneka Tambang adalah perusahaan milik pemerintah.

Ke-12 orang itu memasuki wilayah tambang tersebut tanpa izin dan melakukan penggalian di sebuah lubang pada kedalaman 10 sampai 30 meter.

Kepala polisi setempat Letkol Ario Seto Suyudi mengatakan tim penyelamat menemukan dua mayat lain tetapi tidak bisa mengeluarkannya karena lubangnya terlalu sempit.

Suyudi, yang memimpin tim SAR beranggotakan 200 orang, mengatakan lubang yang sempit dan ventilasi yang buruk menghambat upaya pencarian korban-korban lain yang diduga telah tewas.

Juru bicara kepolisian setempat Ita Puspitalena mengatakan yang meninggal bukan penambang tetapi “penjarah” yang tidak mempunyai keahlian untuk menggali pertambangan, yang sampai 200 meter panjangnya di bawah tanah.

“Tanpa kerangka penopang yang wajar, terowongan ambruk menimpa mereka,” katanya kepada kantor berita AFP. “Kemungkinan besar tidak ada yang selamat.”

Pihak berwenang setempat telah menutup pertambangan itu beberapa bulan yang lalu tetapi penjarahan untuk memperoleh emas di pegunungan sebelah selatan Jakarta itu biasa terjadi, katanya menambahkan.

Penambangan gelap kerap terjadi di tambang-tambang emas di Indonesia, terutama di wilayah penambangan Pongkor seluas 6.047 hektar yang merupakan sumber produksi emas dan perak perusahaan

Suyudi mengatakan sedikitnya 352 orang telah tewas, dan lebih dari 260 cedera karena penambangan gelap di Pongkor sejak 1998, empat tahun setelah penambangan dimulai.

Bulan lalu polisi merubuhkan lebih dari 440 rumah dan gubuk milik para penambang gelap, yang disebut sebagai Gurandil di dekat wilayah penambangan itu, dan menutup ratusan lubang penggalian emas ilegal. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG