Tautan-tautan Akses

AS

DPR AS Mungkin Ajukan Lagi Rancangan Perdagangan Bebas


Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest.

DPR yang dikuasai partai Republik akan mengadakan pemungutan suara lagi mengenai wewenang perundingan jalur cepat.

DPR AS kemungkinan akan mencoba lagi hari Kamis (18/6) untuk mengajukan agenda Presiden Barack Obama mengenai perdagangan bebas Asia-Pasifik yang ambisius, dengan memisahkan wewenang perundingan jalur cepat dari sebuah rancangan yang bertujuan untuk membantu pekerja. Rancangan ini kalah hari Jumat lalu.

Kedua bagian rancangan undang-undang tersebut telah dikaitkan supaya keduanya harus disetujui sebelum presiden dapat menandatanganinya menjadi undang-undang.

Sekarang para pejabat mengatakan ada kemungkinan keduanya akan dipisahkan. DPR yang dikuasai partai Republik akan mengadakan pemungutan suara lagi mengenai wewenang perundingan jalur cepat, tetapi kali ini hanya itu saja.

Rancangan untuk membantu pekerja Amerika yang kehilangan pekerjaan karena perjanjian perdagangan, akan diajukan kemudian.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan hari Rabu (17/6) bahwa Presiden hanya dapat mendukung strategi yang membawa kedua rancangan itu di mejanya. Namun, tambah Earnest, hal tersebut tidak harus bersamaan.

Keadaan tersebut menempatkan presiden dalam aliansi langka dengan fraksi Republik.

XS
SM
MD
LG