Tautan-tautan Akses

Donald Trump Mungkin Lakukan Perubahan Terkait Korea Utara


Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (AP Photo/Mary Altaffer)

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump (AP Photo/Mary Altaffer)

Selama kampanye kepresidenannya, kandidat Partai Republik itu menolak menyatakan apakah ia akan mendukung tanpa syarat kebijakan lama Amerika untuk membela sekutu-sekutunya di Asia dalam menghadapi serangan nuklir Korea Utara.

Setelah memenangi pemilihan presiden Amerika, Donald Trump berusaha meyakinkan sekutu-sekutu di Asia Timurlaut yang khawatir akan kemungkinan presiden terpilih itu benar-benar melakukan perubahan kebijakan yang radikal seperti yang ia katakan semasa kampanyenya.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berbicara kepada presiden terpilih itu untuk menekankan perlunya kerjasama erat antara kedua negara untuk memelihara perdamaian dan stabilitas di Asia, sebut seorang pejabat di Tokyo. Abe juga berencana bertemu dengan Trump pada bulan November sebelum bertolak ke Peru untuk mengikuti KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC).

Dalam percakapan telepon dengan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye, hari Kamis, presiden terpilih Amerika itu mengatakan, “Kami selalu bersama Anda dan kami tidak akan meninggalkan Anda,” sebut sebuah pernyataan yang dilansir kantor presiden di Seoul.

Selama kampanye kepresidenannya, kandidat Partai Republik itu menolak menyatakan apakah ia akan mendukung tanpa syarat kebijakan lama Amerika untuk membela sekutu-sekutunya di Asia dalam menghadapi serangan nuklir Korea Utara. Alih-alih, ia mengkritik tajam Korea Selatan dan Jepang karena tidak ikut menanggung cukup banyak beban keuangan bagi pasukan Amerika yang ditempatkan di negara mereka. Trump juga mengancam akan menarik pasukan Amerika dan membiarkan sekutu-sekutu regional untuk memiliki senjata nuklir mereka sendiri jika mereka tidak memenuhi ketentuan-ketentuan finansial yang lebih baik.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan Kamis menyatakan pembagian biaya pertahanan, menurut pandangan mereka, adil dan telah ditetapkan berdasarkan perundingan-perundingan yang melibatkan pemerintahan Amerika sekarang ini, pasukan Amerika di Korea dan Kongres. Namun Seoul tidak bersedia membayar sistem pertahanan misil Amerika THAAD yang akan ditempatkan di Korea, kata jurubicara Kementerian Pertahanan Korea Selatan Moon Sang-kyun.

Sementara itu media pemerintah Korea Utara mendesak Trump agar membantu unifikasi Korea dengan menarik pasukan Amerika dari Korea Selatan. Dalam kampanyenya, Trump mengisyaratkan ia akan mempertimbangkan opsi tersebut jika Washington dan Seoul tidak menyepakati suatu perjanjian berbagi biaya yang lebih adil.

Editorial mengenai Trump tampil di media pemerintah DPRK Today. Media tersebut menyebut Trump sebagai politisi yang bijak dan kandidat presiden berpandangan jauh. [uh/as]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG