Tautan-tautan Akses

Dokumen yang Bocor Sebut Palestina Setuju Serahkan Yerusalem Timur


Bagian dalam mesjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem. Al-Jazeera akan menyoroti isu pengamanan internasional bagi kawasan-kawasan suci utama di Yerusalem.

Bagian dalam mesjid Al-Aqsa di kota tua Yerusalem. Al-Jazeera akan menyoroti isu pengamanan internasional bagi kawasan-kawasan suci utama di Yerusalem.

Dokumen-dokumen yang bocor dari pertemuan 2008 menunjukkan ketua perunding Palestina saat itu mengusulkan Israel memperoleh semua wilayah.

Para negosiator Palestina diam-diam menawarkan konsesi besar dalam perundingan damai pada tahun 2008 dan 2009, termasuk sepakat untuk menyerahkan hampir semua wilayah Yerusalem Timur ke Israel. Demikian menurut dokumen-dokumen rahasia yang diperoleh stasiun televisi Al-Jazeera.

Dokumen-dokumen yang bocor dari pertemuan bulan Juni 2008 antara Palestina, Amerika dan para pejabat Israel menunjukkan ketua perunding Palestina Ahmed Qurei mengusulkan Israel memperoleh semua wilayah, kecuali salah satu pemukiman utama yang dibangun di Yerusalem Timur setelah menguasai kota itu dalam perang Timur Tengah pada tahun 1967.

Al-Jazeera yang berbasis di Qatar mengatakan akan mempublikasikan dokumen-dokumen lainnya dalam beberapa hari mendatang, dengan menyoroti lebih banyak konsesi isu-isu sensitif seperti hak untuk kembali bagi para pengungsi Palestina dan usulan pengawasan internasional bagi kawasan-kawasan suci utama di Yerusalem.

Menurut dokumen-dokumen itu, para pemimpin Israel, yang didukung oleh pemerintah Amerika, menolak tawaran tersebut dengan alasan usulan itu tidak memadai.

Ketua perunding Palestina Saeb Erekat menepis laporan itu sebagai kebohongan dalam penampilannya pada hari Minggu di stasiun Al-Jazeera. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengeluarkan pernyataan di Kairo, mengatakan dirinya telah memberitahu negara-negara Arab sepenuhnya tentang semua perundingan dengan Israel.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika PJ Crowley pada hari Minggu mengatakan Amerika Serikat sedang memeriksa dugaan dalam dokumen-dokumen dan belum dapat menjamin kebenarannya.

XS
SM
MD
LG