Tautan-tautan Akses

Dokumen Pengadilan Ungkap Rincian Pembunuhan Perempuan AS di Bali

  • Associated Press

Warga AS Heather Mack (kiri), Tommy Schaefer dan bayi mereka, dalam bus penjara setelah mendapatkan vonis kasus pembunuhan dari Pengadilan Denpasar (21/4). (Reuters/Darren Whiteside)

Warga AS Heather Mack (kiri), Tommy Schaefer dan bayi mereka, dalam bus penjara setelah mendapatkan vonis kasus pembunuhan dari Pengadilan Denpasar (21/4). (Reuters/Darren Whiteside)

Dokumen tersebut baru-baru ini diungkapkan ke publik di pengadilan Cook County, AS, yang akan menggelar sidang terdakwa pembunuhan terkait dana perwalian US$1,65 juta.

Seorang pria yang didakwa membunuh seorang perempuan asal Chicago di Bali tiba di pulau itu beberapa jam sebelum pembunuhan dan memesan kamar di sebuah resor menggunakan kartu kredit korban, menurut dokumen-dokumen pengadilan Indonesia.

Dokumen-dokumen yang telah diterjemahkan tersebut baru-baru ini diungkapkan ke publik di pengadilan Cook County, AS, dimana para pengacara mempersiapkan kemungkinan sidang apakah anak perempuan korban berhak atas dana perwalian $1,65 juta, menurut laporan harian Chicago Tribune.

Jenazah Sheila von Wiese-Mack ditemukan dimampatkan di sebuah koper di dalam taksi di resor tersebut Agustus lalu. Putri von Wiese-Mack, Heather Mack, 19, dan pacarnya, Tommy Schaefer, 21, telah didakwa atas pembunuhan tersebut.

Schaefer mengakui ia berulangkali memukul von Wiese-Mack, 62, dengan mangkuk buah, dengan dalih membela diri, dan dihukum 18 tahun penjara. Mack divonis 10 tahun penjara karena membantu pembunuhan.

Stella, anak perempuan pasangan tersebut, lahir di penjara Maret lalu.

Dokumen pengadilan merinci penemuan tertulis dari majelis hakim beranggotakan tiga orang, yang mengepalai sidang pidana kasus tersebut di Bali. Dokumen itu termasuk kesimpulan dari kesaksian hampir 24 saksi, termasuk Mack dan Schaefer, dan dokumen-dokumen legal yang digunakan untuk mendakwa pasangan tersebut.

Terakhir kali pegawai resor melihat von Wiese-Mack hidup-hidup adalah 12 Agustus pagi, ketika ia pergi ke lobi untuk melaporkan bahwa Mack telah hilang. Ketika Mack muncul di lobi, keduanya kemudian beradu mulut. Von Wiese-Mack “terkejut dan marah” saat mengetahui Schaefer telah datang tanpa diundang dan menggunakan kartu kreditnya untuk memesan hotel kamar kedua, menurut manager resor.

Mack mengklaim bahwa ketika mereka kembali ke kamar suite, ibunya diberitahu bahwa Mack sedang hamil dan mencoba mencari pisau untuk membunuh bayi tersebut, menurut dokumen pengadilan. Namun surat-surat elektronik kepada teman-temannya menunjukkan bahwa von Wiese-Mack sudah tahu putrinya hamil sebelum perjalanan ke Bali.

Dokumen tersebut tidak mengutip kesaksian kata per kata atau menyalin SMS yang menurut para jaksa penuntut menunjukkan rencana pembunuhan oleh pasangan tersebut.

Dalam sebuah SMS, Mack meminta Schaefer untuk menemukan pembunuh bayaran untuk membunuh ibunya, menurut pihak berwajib. Beberapa jam sebelum pembunuhan, pasangan itu saling mengirim SMS yang membahas rencana untuk membekap von Wiese-Mack dengan bantal dan membuat situasi seolah-olah ia bunuh diri, menurut jaksa penuntut.

XS
SM
MD
LG