Tautan-tautan Akses

Tim Dokter AS Perpanjang Hidup Penderita Sindrom WRS


Dokter harus melakukan transplantasi gabungan hati, ginjal dan pankreas untuk memperpanjang hidup penderita WRS (foto: ilustrasi).

Dokter harus melakukan transplantasi gabungan hati, ginjal dan pankreas untuk memperpanjang hidup penderita WRS (foto: ilustrasi).

Tim dokter Amerika berhasil memperpanjang hidup seorang anak penderita sindroma Wolcott-Rallison (WRS), penyakit mematikan.

Angela Bushi adalah gadis kecil yang bahagia, selalu ingin tahu dan senang, seperti gadis-gadis kecil umumnya. Tetapi, ia mengidap penyakit mematikan, yaitu sindroma Wolcott-Rallison disingkat WRS.

Anak-anak pengidap WRS menderita akibat diabetes, gagal hati dan gagal ginjal. Mereka juga mengalami masalah pertumbuhan, sering terkena infeksi dan gangguan intelektual. Tetapi, Angela dan orangtuanya berbahagia.

Dokter-dokter di Rumahsakit Anak Holtz dan Fakultas Kedokteran Universitas Miami di Florida baru-baru ini memperpanjang hidup Angela dengan melakukan transplantasi gabungan hati, ginjal dan pankreas, operasi pencangkokan yang langka dilakukan.

Ibu Angela, Valbona Bushi, mengungkapkan, “Kekhawatiran kami dimulai ketika Angela mulai menunjukkan gejala mirip flu. Putri kami, Alicia, meninggal tahun lalu dalam usia 18 bulan tanpa pernah diketahui akibat apa."

Dr. Akin Tekin ikut melakukan operasi. Ia mengingatkan, kesehatan Angela dalam jangka panjang tidak pasti, tetapi ia optimistis. Ia mengatakan, "Kami sangat senang dengan situasi sekarang, dan kami memantaunya dengan sangat cermat. Situasi seperti ini tidak kami hadapi sehari-hari."

Dr. Andreas Tzakis, kepala bagian transplantasi di Universitas Miami, menjelaskan kekhawatiran dokter.

"Karena mengatasi masalah pankreas, hati dan ginjal, operasi ini tidak untuk melihat aspek genetikanya, tetapi hanya untuk mencegah anak jangan menderita akibat gangguan hati, ginjal dan pankreas," paparnya.

Yang penting sekarang, nafsu makan Angela dan kemampuannya menambah berat badan, ujar Dr. Jennifer Garcia. Ia bertanggungjawab atas pemulihan Angela pasca-operasi.

Ia memaparkan, "Berat badannya sudah naik sekitar empat kilogram, itu bagus."

Orangtua Angela berimigrasi ke Amerika dari Albania tahun 2005. Ketika itu, Valbona Bushi sedang mengandung Angela. Ayah Angela, Petrit Bushi mengatakan, setahun pertama, kondisi putrinya baik-baik saja. Setelah itu, semua berubah.

Rasa sakit itu kini lenyap. Kondisi Angela lebih baik dan keluarga Bushi punya harapan. Mereka tinggal dalam apartemen dekat rumahsakit supaya dokter yang menyelamatkan nyawa Angela bisa terus memantau kesehatannya.
XS
SM
MD
LG